Berita

Teror pengiriman kepala babi ke kantor media Tempo/Istimewa

Politik

Teror terhadap Tempo Rugikan Pemerintahan Prabowo

SELASA, 25 MARET 2025 | 17:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Teror yang menyasar kantor media Tempo dan sekretariat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dinilai merugikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Sepertinya ada yang mengail di air keruh untuk membuat persepsi negatif dan beragam kegaduhan akibat berbagai aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak RUU TNI," ujar Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo, Supriyanto, dalam keterangannya, Selasa 25 Maret 2025.

Supriyanto mengatakan, Arus Bawah Prabowo mengecam keras tindakan barbar tersebut karena mencederai semangat demokrasi dan kebebasan pers yang dijamin oleh konstitusi. 


"Kami mendukung langkah hukum yang sedang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap pelaku, dalang, dan motif rangkaian teror tersebut," imbuh Supriyanto.

Supriyanto memastikan bahwa rangkaian teror yang ditujukan ke kantor Tempo dan KontraS tidak dilakukan jajaran pemerintahan Prabowo dan relawan pendukungnya.  

Ia mengatakan, target utama pelaku intimidasi kepada media massa dan organisasi civil society itu adalah merekayasa persepsi bahwa pemerintahan Prabowo adalah pemerintahan yang militeristik dan antidemokrasi.

Padahal, lanjut Supriyanto, pidato Presiden Prabowo pada 19 Maret 2025 sudah sangat jelas memperingatkan jajaran pemerintahannya untuk melakukan introspeksi dan menganggap muncul beragam kesalahpahaman dan protes karena kegagalan komunikasi publik pemerintah. 

Karena itu, para menteri dan terutama penanggung jawab komunikasi istana diminta untuk memperbaiki cara komunikasi ke rakyat. 

"Kami melihat rangkaian kegaduhan ini sebagai serangan balik dari para mafia ekonomi dan koruptor yang tidak ingin pemerintahan Prabowo ini mendapatkan legitimasi yang kuat dalam memberantas korupsi," demikian Supriyanto.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya