Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Prabowonomics Ancaman Bagi Mafia dan Oligarki

SELASA, 25 MARET 2025 | 03:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kebijakan ekonomi era pemerintahan Prabowo Subianto membawa harapan dalam mewujudkan cita-cita bangsa sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Prof. Daniel M. Rosyid, konsep ekonomi yang dibangun Prabowo saat ini berlandaskan nasionalisme yang kuat demi kepentingan rakyat.

“Bercirikan nasionalisme, populisme, pembangunan pertanian dan pedesaan, industrialisasi terpimpin, garang terhadap neoliberal, serta mengutamakan kedaulatan dan pertahanan. Prabowonomics mengancam mafia dan oligarki yang mendukung status quo yang selama ini berpesta pora di atas penderitaan rakyat Indonesia,” ucap Prof. Daniel dalam keterangannya, Senin malam, 24 Maret 2025.


Lanjut dia, konsep itu akan semakin baik jika dalam ketatanegaraannya Prabowo mampu mengembalikan konstitusi UUD 1945 asli. Pasalnya, UUD 1945 amandemen alias UUD 2002 saat ini makin menyuburkan kelompok kapitalis dan oligarki di Indonesia.

Ia menegaskan amandemen konstitusi sebagai salah satu tuntutan Reformasi 1998 telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Reformasi 1998 hanya mendatangkan demokrasi mbelgedhes di mana elite parpol makin berkuasa bersama para oligarch yang makin kenyang melahap segala,” tegasnya.

“Kaum reformis sekuler radikal dengan dukungan kekuatan-kekuatan neolib berhasil menjegal Habibienomics, lalu menyiapkan jalan bagi full fledged capitalism pasca-reformasi yang kini terbukti gagal mewujudkan janji-janjinya dalam demokratisasi, desentralisasi dan pemberantasan korupsi,” beber dia.  
 
Selain itu, Prof Daniel juga mengapresiasi langkah Prabowo di pentas politik ekonomi global dengan bergabung ke BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan South Africa)
    
“Dengan penuh percaya diri Prabowo bersama BRICS menyalip di tikungan Barat dan AS yang sedang mengalami degradasi, kekeringan imajinasi dan kehilangan kepemimpinan moral,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya