Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi/Ist

Presisi

Indonesia Kontra Bahrain di GBK Siap Dikawal 2.575 Personel Gabungan

SELASA, 25 MARET 2025 | 01:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sebanyak 2.575 personel personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada Selasa, 25 Maret 2025 besok.

"Pelibatan personelnya ada 2.575, terdiri dari anggota Polda itu ada 2.065, kemudian anggota Polres Metro Jakarta Pusat dan beberapa ada dari Polres Jakarta Selatan itu total ada 241. Kemudian dari rekan rekan jajaran Kodam Jaya, dari Mabes Polri dan juga personel Pemda ada 269 personel. Kemudian ada steward yang akan melakukan pengamanan itu ada 703 personel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin, 24 Maret 2025.

Selain personel, ia juga mengatakan rekayasa lalu lintas bersifat situasional.


Untuk itu, Ade Ary meminta masyarakat yang akan melakukan aktivitas sekitar GBK dan Senayan agar mencari alternatif jalan lain.

"Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional dilihat dari situasi perkembangan di lapangan," jelasnya.

Di sisi lain, Pamen Polri ini juga mengimbau masyarakat yang akan menonton langsung pertandingan untuk tidak membawa barang yang berbahaya ke GBK. 

"Nanti apabila dilakukan pemeriksaan oleh petugas kami, oleh tim panitia, tolong diikuti. Jangan membawa barang-barang yang berbahaya. Kami ada melakukan pengamanan secara terbuka dan tertutup. Tertutup artinya ada petugas kepolisian yang anuniform police ya, berpakaian preman ya, tidak menggunakan seragam dinas kepolisian, ada ya," terang dia.

"Jadi mohon kerja samanya, semoga besok pertandingan terlaksana dengan aman dan kita doakan Indonesia menang kita optimis," pungkas Ade Ary.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya