Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Warga Gaza Ungkap Kebrutalan Genosida Fase Dua Israel

SENIN, 24 MARET 2025 | 22:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Warga Gaza semakin terjebak dalam kekejaman serangan militer Israel yang semakin brutal sejak fase gencatan senjata pertama berakhir pekan lalu. 

Mengutip hasil wawancara eksklusif Electronic Intifadah dengan seorang warga Gaza, Abu Bakr pada Senin, 24 Maret 2025, serangan itu berlangsung dengan intensitas yang luar biasa. 

Empat ledakan kuat mengguncang area tersebut, menandai dimulainya serangan udara Israel yang terus berlangsung sepanjang hari Selasa, 19 Maret 2025.


Bakr menyebut serangan tersebut sebagai awal dari "genosida fase dua," di mana pemboman besar-besaran dan penembakan artileri tidak memberi ampun. 

"Setelah ledakan awal, terjadi serangan udara berturut-turut, penembakan artileri dari tank-tank Israel, dan proyektil tanpa henti," ungkapnya.

Bakr menggambarkan kondisi Rumah Sakit Al-Aqsa yang penuh dengan mayat dan darah, mencerminkan keadaan yang sangat mengerikan bagi warga Gaza. 

Di tengah teror ini, banyak keluarga yang terperangkap dalam kondisi buruk. Saudara perempuan Bakr terjebak di utara Gaza, tidak bisa kembali ke selatan. Ibu, ayah, dan keponakannya juga terperangkap dalam kondisi yang sangat sulit.

Lebih lanjut, pertempuran yang semakin intens membuat banyak orang terpaksa mengungsi. Tetapi tempat pengungsian semakin parah dengan tenda-tenda yang roboh dihantam angin kencang. Tidak ada tempat aman," tambahnya.

Ia juga mengulang kata-kata seperti kesedihan, penderitaan, rasa sakit, dan keputusasaan untuk menggambarkan situasi yang mencekam di Gaza.

Serangan udara yang terus berlanjut ini telah menyebabkan banyak kerusakan dan kematian. Bakr menyebutnya sebagai "pembantaian terbarui," dengan jumlah korban tewas harian yang semakin meningkat. 

Situasi di Gaza semakin buruk dengan terus meningkatnya jumlah korban. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, dalam dua hari serangan Israel, sebanyak 591 orang tewas dan diperkirakan bertambah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya