Berita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 24 Maret 2035/RMOL

Politik

Cak Imin Hingga Gus Ipul Datang ke Istana, Bahas Sekolah Rakyat

SENIN, 24 MARET 2025 | 16:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sejumlah menteri tiba di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 24 Maret 2025. Di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Kepada awak media, Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mematangkan beberapa aspek penting untuk mewujudkan program pendidikan tersebut, yang ditujukan untuk mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia.

"Ya ini mau lapor ke Presiden tentang perkembangan persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun 2025. Kita akan menyampaikan mulai dari kesiapan sarana prasaranaya, kemudian kesiapan perekrutan guru, kemudian siswa," ujar Gus Ipul saat memasuki halaman istana. 


Dalam laporan tersebut, Gus Ipul menjelaskan bahwa jumlah usulan dari provinsi, kabupaten, dan kota mengenai lokasi yang akan dijadikan Sekolah Rakyat terus meningkat. Tercatat lebih dari 200 usulan telah diterima, baik berupa bangunan yang sudah ada maupun lahan kosong. 

"Kita catat, itu ada 53 yang siap ya, yang sebagian besar memang asetnya Kementerian Sosial. Tapi sekarang yang dalam proses asesmen tahap awal ini adalah ada sekitar 82 baik bangunan maupun tanah yang siap untuk dimanfaatkan lewat sedikit renovasi maupun juga pembangunan baru di tahun 2025," tambah Gus Ipul.

Sementara itu, Cak Imin berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat mendorong pemerataan pendidikan di setiap kabupaten di Indonesia.

"Ya pokoknya warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pelajaran yg lebih baik, sehingga di kantong-kantong yang membutuhkan setiap kabupaten rencananya ada," kata dia.

Menteri lain yang tiba di Istana untuk rapat terbatas terkait sekolah rakyat di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya