Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Sinyal Ekonomi RI Lesu Makin Terasa, Ini Faktornya

SENIN, 24 MARET 2025 | 12:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sinyal bahwa ekonomi Indonesia lesu semakin terlihat di awal 2025. Sejumlah data terbaru yang dipaparkan pemerintah menunjukkan adanya penurunan tajam.

Data-data tersebut di antaranya:

APBN Tekor


Terbaru, Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2025 sebesar Rp31,2 triliun atau 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun meski tekor, Sri Mulyani menegaskan bahwa APBN 2025 masih berjalan on the track. Sebab tahun ini, pemerintah menargetkan defisit mencapai Rp616,2 triliun atau 2,53 persen dari PDB.

“APBN 2025 didesain dengan defisit Rp 616,2 triliun. Jadi defisit 0,13 persen PDB ini masih dalam target desain APBN 2025 dengan defisit 2,53 persen,” katanya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, dikutip dari RMOL pada Senin 24 Maret 2025.

Penerimaan Pajak Merosot

Adapun faktor yang membuat APBN di awal tahun ini tekor karena menurunnya penerimaan pajak. Hingga Februari, total penerimaan pajak hanya mencapai Rp187,82 triliun, turun 30,19 persen secara tahunan (yoy).

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, yang mencerminkan kesejahteraan pekerja, turun drastis 39,5 persen yoy menjadi Rp 26,3 triliun.

Sementara itu, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang menggambarkan aktivitas ekonomi domestik, juga mengalami penurunan 9,5 persen yoy menjadi Rp102,5 triliun.

Indeks Keyakinan Konsumen Menurun

Selanjutnya, melemahnya daya beli masyarakat turut tercermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun ke angka 126,4 pada Februari, posisi terendah dalam tiga bulan terakhir.

Selain itu, rasio tabungan masyarakat juga merosot ke 14,7 persen, level terendah sejak pandemi 2021. Sebaliknya, proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi meningkat menjadi 74,7 persen, menunjukkan tekanan ekonomi yang semakin berat.

Penjualan Ritel Melambat

Sektor ritel ikut mengalami tekanan. Indeks Penjualan Ritel (IPR) pada Februari tercatat di angka 213,2, turun 0,5 persen yoy. Padahal, biasanya menjelang Ramadan, penjualan ritel justru meningkat.

Angka PHK Meningkat, Pabrik Gulung Tikar

Di sisi ketenagakerjaan, ancaman PHK semakin nyata. Sepanjang 2024, sebanyak 77.965 pekerja terdampak PHK. Tahun ini, dua perusahaan besar, Yamaha dan PT Sanken Indonesia, berencana menutup pabriknya, yang berpotensi memperparah kondisi lapangan kerja di dalam negeri.

Berbagai indikator ini mengonfirmasi semakin kuatnya tekanan terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya