Berita

Ketua HMI UNJ Muhammad Falah Musyafa/Ist

Politik

Ketua HMI UNJ:

HMI dan TNI Punya Hubungan Erat Membangun Bangsa

SABTU, 22 MARET 2025 | 15:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Muhammad Falah Musyafa menyatakan bahwa polemik Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) sudah seharusnya diakhiri.  

Ia menilai bahwa TNI merupakan institusi resmi negara yang memiliki legitimasi konstitusional. HMI dan TNI juga memiliki sejarah panjang dalam membangun serta mempertahankan bangsa dari berbagai ancaman.

“Dalam perdebatan mengenai UU TNI, muncul berbagai opini, bahkan ada yang mempertanyakan posisi TNI dalam sistem demokrasi. Apa yang salah dengan TNI? Apakah mereka institusi ilegal? Tentu tidak, kita jangan ahistoris, justru TNI adalah pilar utama pertahanan negara, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 ayat (3) UUD 1945. TNI bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan NKRI. Tanpa TNI, Indonesia tidak akan mampu menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri," ucap Falah dalam keterangannya, Sabtu, 22 Maret 2025. 


Menurutnya, HMI sejak awal berdiri telah memiliki hubungan erat dengan TNI dalam perjuangan menjaga bangsa. 

“Sejak didirikan oleh Lafran Pane pada 5 Februari 1947, HMI telah berperan aktif dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada masa revolusi fisik, kader-kader HMI tidak hanya berjuang di ranah intelektual, tetapi juga turut serta dalam perjuangan bersenjata bersama Tentara Keamanan Rakyat (cikal bakal TNI) melawan agresi militer Belanda. Ini membuktikan bahwa sejak awal, HMI dan TNI memiliki tujuan yang sama: mempertahankan kedaulatan bangsa,” ujarnya.

Setelah Indonesia merdeka, tantangan tidak berhenti. Salah satu ancaman terbesar terhadap ideologi negara adalah upaya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ingin menggantikan Pancasila dengan komunisme. 

“Dalam peristiwa G30S/PKI tahun 1965, HMI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas nasional. Bersama TNI, HMI menjadi garda terdepan dalam menolak ideologi komunisme yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Kader-kader HMI aktif dalam berbagai aksi melawan PKI dan memastikan bahwa Indonesia tetap berlandaskan Pancasila,” ungkap dia.

Falah juga mengutip pernyataan Ketua PKI DN. Aidit yang pernah menyindir HMI dalam pidatonya di hadapan kader Corps Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), organisasi mahasiswa underbow PKI. 

"Dulu pada saat 1965, DN Aidit katakan 'Kalau kalian tidak bisa mengatasi HMI, pakai sarung saja," tegas Falah. 

Lanjut dia, pernyataan ini menunjukkan betapa besar pengaruh HMI di kalangan mahasiswa. PKI melihat Korp Hijau Hitam ini sebagai penghalang utama bagi penyebaran komunisme di Indonesia. 

“HMI tidak hanya bertahan dari tekanan ideologis, tetapi juga aktif dalam membendung gerakan yang berusaha menggantikan Pancasila dengan ideologi lain,” tambahnya.

Lebih jauh, Falah menegaskan bahwa hingga saat ini, sinergi antara HMI dan TNI tetap penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan menghadapi tantangan baru, termasuk ancaman siber, terorisme, serta upaya-upaya yang mencoba melemahkan ideologi negara.

“Dalam setiap fase sejarah, HMI dan TNI selalu berada di garis depan dalam mempertahankan NKRI. Dari mempertahankan kemerdekaan, menghadapi agresi asing, hingga menangkal ideologi yang mengancam Pancasila, keduanya telah membuktikan komitmennya terhadap bangsa. Oleh karena itu, hubungan ini harus terus diperkuat dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa depan,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya