Berita

Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 21 Maret 2025/RMOL

Politik

Saham Naik-Turun, Prabowo: Yang Penting Pangan Aman Negara Aman!

JUMAT, 21 MARET 2025 | 17:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto tidak terlalu memusingkan penurunan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambruk hampir tujuh persen pada sesi satu perdagangan, Selasa 18 Maret 2025.

Dalam pidatonya di pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Merdeka Jakarta, Jumat, 21 Maret 2025, Prabowo mengatakan bahwa yang paling utama adalah pangan. 

Menurutnya, meski saham naik dan turun, ketahanan pangan adalah hal penting yang bisa menjamin keamanan negara. 


"Pangan adalah yang paling utama, harga saham boleh naik-turun, pangan aman, negara aman saudara-saudara," kata Prabowo.

Prabowo berkelakar kepada beberapa menteri yang terlihat stres karena harga saham turun. Dia menunjuk Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait menjadi salah satu menteri yang terimbas akibat saham turun. 

Kemudian, Prabowo menunjuk Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

"Saya lihat yang stres harga saham turun hanya beberapa orang di antara kalian, Maruarar siapa lagi itu, Trenggono, mana Trenggono oh duduk sebelahan," ujarnya.

Dia kemudian mencari Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko dan Menteri Investasi Indonesia Rosan Roeslani yang menurutnya juga ikut pusing dengan kondisi saham. 

"Mana lagi, kalau Budiman nggak, Budiman tenang aja karena nggak punya, siapa lagi Amran? Dia nggak main saham dia, siapa lagi ini Rosan? Rosan udah botak jadi nggak papa," kata dia lagi.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya