Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Data Tenaga Kerja AS Stabil, Dolar AS Tunjukan Taring

JUMAT, 21 MARET 2025 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Kamis 20 Maret 2025 waktu setempat. 

Penguatan terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) mengindikasikan tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini karena ketidakpastian seputar kebijakan tarif AS.

"Kami tidak akan terburu-buru untuk bergerak," kata Chairman Fed Jerome Powell, dikutip dari Reuters.


Komentar Powell menggarisbawahi tantangan yang dihadapi perumus kebijakan saat mereka menavigasi rencana Presiden Donald Trump untuk mengenakan bea atas impor dari mitra dagang Amerika dan dampaknya terhadap ekonomi.

Data menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran meningkat sedikit pekan lalu, memperlihatkan pasar tenaga kerja di Maret tetap stabil. 

Data ini  membantu meredakan kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan Dolar AS sempat merosot terhadap Euro. 

Mata uang Euro menyusut 0,46 persen terhadap Dolar menjadi 1,0852 Dolar AS. 

Franc Swiss juga melemah setelah Swiss National Bank menurunkan suku bunga kebijakannya menjadi 0,25 persen. 

Mata uang Krona Swedia juga melorot setelah bank sentralnya mempertahankan suku bunga. 

Jayati Bharadwaj, analis TD Securities mengatakan, pasar sempat memperkirakan skenario buruk bagi Dolar AS.

"Banyak berita buruk yang sudah diperhitungkan, tetapi tidak ada data pasti yang runtuh seperti yang ditakutkan pasar, dan bahkan the Fed tidak memberi tahu kita bahwa mereka terburu-buru untuk menurunkan suku bunga lagi," katanya.

"Semua itu menyebabkan pasar menilai kembali sebagian dari sikap bearish yang telah mereka prediksi terhadap Dolar," sambungnya. 

Penguatan Dolar juga membebani Poundsterling.  

Dengan inflasi Inggris yang tertahan kuat di atas target 2 persen, Bank of England (BoE) memangkas biaya pinjaman lebih sedikit daripada Bank Sentral Eropa dan the Fed sejak musim panas lalu, yang berkontribusi terhadap laju pertumbuhan negara itu yang relatif lamban.

Nilai tukar poundsterling sebelumnya melejit ke level tertinggi dalam lebih dari empat bulan di 1,3015 Dolar AS pada jam-jam awal perdagangan Asia sebelum turun 0,3 persen menjadi 1,29665 Dolar AS.

Yen sedikit melemah di 148,79 per Dolar AS, sehari setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga dan memperingatkan akan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, yang menunjukkan waktu kenaikan lebih lanjut akan bergantung pada dampak tarif AS.

Dolar Australia juga merosot 0,9 persen menjadi 0,6303 Dolar AS setelah lapangan kerja Australia turun secara tak terduga sepanjang Februari. 

Dolar Selandia Baru ikut menyusut 0,9 persen menjadi 0,5758 Dolar AS,bahkan ketika data menunjukkan ekonomi merangkak keluar dari resesi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya