Berita

Ketua DPR Puan Maharani (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Berikut Tiga Substansi Perubahan UU TNI

KAMIS, 20 MARET 2025 | 11:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan tiga substansi utama yang mengalami perubahan dalam RUU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rapat paripurna yang baru saja disahkan. 

Puan menjelaskan, perubahan pertama terletak pada Pasal 7 yang mengatur mengenai tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP). Dalam perubahan ini, jumlah tugas pokok TNI bertambah dari semula 14 menjadi 16.

“Pasal ini menambah cakupan tugas pokok TNI yang semula 14, tugas pokok menjadi 16 tugas pokok. Penambahan 2 tugas pokok dalam OMSP tersebut meliputi membantu dalam upaya menanggulangi ancaman pertahanan siber dan membantu dalam melindungi dan menyelamatkan warga negara serta kepentingan nasional di luar negeri,” ungkap Puan dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis 20 Maret 2025. 


Ketua DPP PDIP itu menambahkan, perubahan kedua terdapat pada Pasal 47 yang mengatur penempatan prajurit TNI pada kementerian dan lembaga negara. 

Sebelumnya, prajurit aktif hanya dapat menduduki jabatan di 10 kementerian dan lembaga, namun kini jumlah tersebut bertambah menjadi 14. 

Penempatan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan pimpinan kementerian/lembaga dan tetap tunduk pada ketentuan administrasi yang berlaku.

“Dia luar penempatan pada 14 kementerian lembaga yang telah disebutkan, TNI dapat menduduki jabatan sipil lainnya setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan,” tegas Puan. 

Selanjutnya, perubahan ketiga berkaitan dengan masa dinas keprajuritan. Puan mengungkapkan bahwa masa bakti prajurit kini diperpanjang, sesuai dengan jenjang kepangkatan. 

Perubahan ini memberikan keadilan bagi prajurit, di mana masa dinas bagi perwira yang sebelumnya dibatasi hingga usia 58 tahun, dan Bintara serta Tamtama hingga 53 tahun, kini dapat diperpanjang.

Lebih jauh, Puan menegaskan bahwa perubahan dalam undang-undang ini tetap berlandaskan pada nilai-nilai demokrasi, supremasi sipil, serta hak asasi manusia, dan tetap memenuhi ketentuan hukum nasional maupun internasional yang berlaku.

“Karenanya kami bersama pemerintah menegaskan bahwa perubahan undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia tetap berlandaskan pada nilai dan prinsip demokrasi supremasi sipil, hak asasi manusia serta memenuhi ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah disahkan,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya