Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Percepat Transisi Energi Hijau, Perusahaan Tambang Thailand Investasi 3 Miliar Dolar AS

SELASA, 18 MARET 2025 | 11:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan tambang Thailand, Banpu, mempercepat upaya mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan investasi 3 miliar Dolar AS dalam enam tahun ke depan.

Fokus utama mencakup energi terbarukan, penangkapan karbon, dan kendaraan listrik seiring dorongan global menuju dekarbonisasi.

CEO Banpu, Sinon Vongkusolkit, menegaskan strategi Energy Symphonics akan menjadikan perusahaan sebagai pemain utama dalam energi berkelanjutan.


"Kami yakin strategi Energy Symphonics akan menjadikan Banpu sebagai pemain utama dalam meningkatkan keamanan energi, mendorong masa depan rendah karbon, dan memberikan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham," kata Sinon dalam konferensi pers baru-baru ini, seperti dikutip dari Nikkei Asia, Selasa 18 Maret 2025.

Banpu didirikan pada 1983 sebagai kontraktor swasta untuk tambang batu bara di Thailand utara. Kini, operasinya telah berkembang ke sekitar 10 negara, termasuk AS, China, dan Indonesia.

"Banpu bertanggung jawab untuk menemukan solusi yang menyeimbangkan permintaan energi dengan produksi yang stabil dan keberlanjutan," kata Sinon dalam konferensi pers.

Ia juga menegaskan bahwa upaya dekarbonisasi akan terus berlanjut secara global, meskipun AS mengurangi dukungan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Saat ini, Banpu sudah mengoperasikan layanan taksi tuk-tuk listrik di Thailand yang digunakan oleh hampir 17.000 orang per hari. Thailand sendiri menargetkan netral karbon pada 2050, sejalan dengan komitmen Banpu untuk nol emisi gas rumah kaca di tahun yang sama.

Sementara itu, pesaing Banpu juga beralih ke energi hijau. Fortescue Metals Group misalnya, menginvestasikan 35 juta Dolar AS di pabrik energi hijau di AS, sementara Rio Tinto mengakuisisi produsen lithium, Arcadium Lithium.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya