Berita

Kerabat penumpang, berkumpul di luar Stasiun Kereta Quetta setelah serangan kereta Jaffar Express di kawasan Bolan, Balochistan, pada 11 Maret 2025 di Quetta, Pakistan/Net

Dunia

Kereta Api Pakistan Dibajak, 155 Sandera Berhasil Diselamatkan

RABU, 12 MARET 2025 | 18:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Operasi militer yang digelar pasukan keamanan Pakistan berhasil membebaskan 115 orang yang disandera militan dalam pembajakan kereta api di distrik Bolan, provinsi Balochistan.

Mengutip AFP pada Rabu, 12 Maret 2025, pembajakan kereta itu dilakukan oleh kelompok militan yang setia kepada Tentara Pembebasan Balochistan (BLA).

Petugas keamanan Pakistan mengatakan pihaknya berhasil membebaskan ratusan warga yang menjadi sandera, dan selama operasi perlawanan itu, sebanyak 27 anggota militan BLA dipastikan tewas.


"Kami telah membebaskan 155 sandera, termasuk wanita dan anak-anak. Operasi masih berlangsung untuk menyelamatkan penumpang yang tersisa," ujar seorang pejabat keamanan yang enggan disebutkan namanya.

Menurut laporan yang belum dikonfirmasi, sedikitnya 10 penumpang, termasuk masinis kereta, tewas dalam serangan tersebut.

Namun, pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah korban jiwa di pihak sandera maupun pasukan keamanan.  

Pasukan keamanan menghadapi tantangan besar dalam operasi ini karena beberapa militan mengenakan jaket berisi bahan peledak dan mengambil posisi di dekat para sandera.

"Kami harus tetap sangat berhati-hati dalam melaksanakan operasi ini untuk meminimalkan korban jiwa di antara para sandera," kata seorang sumber keamanan kepada media lokal.  

Kelompok BLA dan beberapa organisasi militan lainnya telah lama melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan serta warga dari provinsi lain.

Mereka mengklaim berjuang untuk "pembebasan" Balochistan, yang menurut mereka secara paksa dimasukkan ke dalam Pakistan setelah kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947.  

Sementara itu, situasi di wilayah tersebut masih tegang, dan pasukan keamanan terus melakukan operasi untuk memastikan keselamatan sandera yang masih tersisa.

Otoritas Pakistan berjanji akan mengusut tuntas insiden ini serta mengambil langkah tegas terhadap kelompok-kelompok militan yang bertanggung jawab.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya