Berita

Ketua Komisi V DPR Lasarus (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Komisi V DPR Ingatkan 7 Hal ke Pemerintah Jelang Arus Mudik

SELASA, 11 MARET 2025 | 18:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah masyarakat yang akan melaksanakan mudik Idulfitri 1446 Hijriyah, diperkirakan di atas 50 persen. Komisi V DPR menyampaikan beberapa hal kepada pemerintah untuk penanganan mudik Lebaran 2025. 

Hal itu disampaikan Ketua Komisi V DPR Lasarus, dalam rapat kerja (Raker) bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Maret 2025.

"Pada minggu terakhir bulan Maret 2025, saudara-saudara kita yang beragama islam akan melakukan rangkaian hari raya Idulfitri 1446 Hijriyah. Hal ini tentunya memerlukan penangan dan perhatian yang cukup serius dari pemerintah dan seluruh stakeholder terkait, termasuk masyarakat," ujar Lasarus. 


"Apalagi masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran diperkirakan melonjak menjadi 146,48 juta orang, atau kurang lebih 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia," sambungnya mengungkap. 

Dia menegaskan, meningkatnya jumlah pemudik yang akan melakukan perjalanan ke kampung masing-masing, juga mengakibatkan peningkatan kebutuhan transportasi darat, laut, dan udara serta perkeretaapian. 

Di samping itu, faktor keamanan, keselamatan, kenyamanan pada sektor pelayanan transportasi juga merupakan hal yang sangat khusus dan serius untuk diperhatikan semua pihak. 

"Tentunya kita semua berharap persiapan sarana prasarana, infrastruktur, dan transportasi dalam rangka penanganan arus mudik lebaran tahun ini dapat ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya," jelas politikus PDIP tersebut.

Lebih lanjut, Lasarus menyampaikan tujuh poin penting yang harus diperhatikan sejumlah kementerian/lembaga pemerintah dan juga stakeholder terkait, antara lain:

Pertama, meningkatkan fungsi pengawasan, penegakkan hukum, dan melakukan peningkatan ketersediaan sarana prasarana lalu lintas dan jalan, termasuk ketersediaan perlengkapan jalan dan meningkatkan kampanye budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan pengguna jalan sesuai amanat UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. 

Kedua, segera melakukan uji kelaikan kapal penumpang, pesawat udara, kendaraan darat, serta kereta api sesuai wilayah kerjanya masing-masing, dengan tujuan menjamin dan peningkatan keselamatan transportasi laut, darat, dan udara. 

Ketiga
, memastikan kondisi rawat jalan nasional, jalan strategis nasional, bahkan termasuk jalan daerah dalam kondisi yang mantap, sehingga penggunaan jalan tidak menemui kendala saat berkendara. 

Keempat
, meningkatkan sosialisasi kondisi iklim dan potensi terjadinya cuaca ekstrem kepada berbagai stakeholder dan masyarakat yang melakukan perjalanan pada masa penyelenggaraan arus mudik dan arus balik mudik lebaran 2025.

Kelima, penerapan upaya pertolongan kepada masyarakat pemudik di tengah-tengah kemacetan lalu lintas jalan; kecelakaan di laut, darat, dan udara; termasuk mengerahkan semua potensi SAR semaksimal mungkin. 

Keenam, melakukan analisis yang lebih komprehensif terhadap penanganan arus mudik dan arus balik lebaran 2025, dan hasilnya disampaikan kepada Komisi V DPR RI, serta dijadikan bahan penyempurnaan penyelenggaraan angkutan lebaran berikutnya. 

Ketujuh, meningkatkan koordinasi lintas sektoral, dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan angkutan lebaran dan balik lebaran. 

"Ini beberapa hal yang perlu kami ingatkan ke pemerintah," demikian Lasarus menambahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya