Berita

Bursa Efek Indoensia/RMOL

Bisnis

Dua Emiten IPO Hari Ini, BEI Ingatkan tentang Dynamic Capabilities

SENIN, 10 MARET 2025 | 14:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua emiten baru mencatatkan sahamnya sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indoensia (BEI), hari ini, Senn 10 Maret 2025. 

Kedua emiten baru tersebut PT Sinar Terang Mandiri (MINE) dan  PT Jantra Grupo Indonesia (KAQI). Keduanya resmi menggelar Initial Public Offering (IPO), sehingga menjadi perusahaan tercatat ke-9 dan ke-10 yang tercatat di BEI di 2025 ini, sehingga total jumlah perusahaan tercatat di BEI menjadi sebanyak 953 perusahaan.

MINE akan mematok harga perdana dalam IPO sebesar Rp216 per lembar. Emiten yang bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan ini melepas saham baru sebanyak 612.665.300 saham dengan harga nominal Rp100. Dana yang diraup dari IPO ini diharapkan sebesar Rp132,33 miliar.


Direktur Utama MINE Ivo Wangarry mengatakan, peningkatan modal melalui IPO akan menjadikan perseroan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mengoptimalkan peluang bisnis di sektor pertambangan dan mendukung program hilirisasi industri nikel yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah.

Rencananya, 48 persen dana IPO atau Rp63,211 miliar akan digunakan untuk pembelian alat berat baru guna mendukung kegiatan operasional. Lalu, 41 persen dana IPO guna modal kerja perseroan. Sisanya, 11 persen dana IPO atau setara Rp14 miliar untuk pembelian tanah berikut bangunan milik Sinjo Jefry Sumendap.

Sinjo Jefry Sumendap dan Sammy Rawung Sumendap mendirikan Sinar Terang Mandiri pada akhir 2004 dengan modal disetor Rp3,177 miliar. Saat itu, Sinjo memegang 90 persen saham perseroan dan 10 persen dikempit Sammy.

MINE melakukan aktivitas jasa penunjang pertambangan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah dan Weda, Maluku Utara. Jasa penunjang pertambangan yang dilakukan Perseroan dilakukan melalui perjanjian kontrak antara Perseroan dengan pemberi kerja.

Emiten kedua, yaitu KAQI, akan menetapkan harga perdana  dalam IPO sebesar Rp118 per lembar dari harga kisaran sebelumnya pada penawaran awal atau book building sebesar Rp100-120 per lembar.

Perusahaan yang bergerak di bidang usaha perawatan, perbaikan dan perdagangan suku cadangan kaki-kendaraan melepas Sebanyak 450.000.000 saham atau  setara 21,68 persen dari modal. Sehingga dana yang diraup dari IPO ini sebesar Rp53,10 miliar. 

Rencanananya, 76,56 persen dana IPO untuk belanja moda. Misalnya membeli lahan di Bona Indah Rp20 miliar milik Mohamad Eibiel Sardjanto guna pembangunan bengkel baru dan  Pembukaan 5 gerai bengkel baru.

Lalu, 7,01 persen dana IPO guna kegiatan operasiobal seperti pembelian persediaan suku cadang, sewa kendaraan operasional, dan pengembangan aplikasi.

Sisanya,16,5 persen dana IPO akan dipinjaman kepada anak usaha. Selanjutnya digunakan belanja modal dan kegiatan operasional.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, dalam pernyataannya di Jakarta, mengatakan harapannya agar perusahaan dapat memanfaatkan pertumbuhan pasar modal dan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang saat ini relatif stabil.

Bagi perusahaan tercatat baru, Nyoman mengingatkan bahwa untuk dapat bertumbuh harus memiliki dinamic capabilities (kapabilitas dinamis), terutama untuk menghadapi kondisi ketidakpastian perekonomian di tingkat global.

“Untuk dapat sustain, perusahaan harus dapat mendeteksi peluang dan ancaman eksternal, dan mampu menangkap peluang dengan segera melaksanakan strategi decision (sizing). Secara internal dapat segera menyesuaikan sumber daya kapabilitas organisasi dalam rangka menangkap opportunities,” ujar Nyoman.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya