Berita

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar/Ist

Nusantara

Nasaruddin Umar:

Masjid Al-Ikhlas di PIK Gambarkan Keberagaman Indonesia

MINGGU, 09 MARET 2025 | 15:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembangunan Masjid Al-Ikhlas di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Tangerang, Banten, merupakan miniatur dari Indonesia. Hal itu menggambarkan keberagaman dalam bingkai ke-Indonesiaan.

Demikian disampaikan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar usai menyaksikan pemancangan perdana pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK di Simpang Empat, Riverwalks PIK, Tangerang, dikutip dari keterangannya, Minggu 9 Maret 2025.

"Negara dalam negara itu kan bahasa konotatif. Kalau mau disebut, ini adalah Indonesia kecil. Mayoritas penduduk di sini adalah muslim. Jadi wajar kalau banyak masjidnya. Ini adalah wajah Indonesia," kata Nasaruddin.


Dengan pembangunan masjid ini, Nasaruddin membantah 
anggapan terhadap PIK cenderung menjurus kepada hal yang negatif serta intoleran. Sebab, menurut dia, PIK justru menjadi contoh positif dari miniatur Indonesia.

"Nah jangan dibikin terbalik. Maka itu ini suatu pembuktian bahwa di PIK ini adalah bagian dari realitas Indonesia ya kan. Ini adalah Indonesia mini," kata Nasaruddin.

Selain membangun Masjid Al-Iklas, direncanakan pula pembangunan Masjid Agung Asadiyah PIK yang berkapasitas 5.000 jemaah. 

Nantinya, Masjid Agung Asadiyah PIK dirancang sebagai Islamic Center atau pusat pusat pendidikan, serta pengembangan keterampilan umat muslim. 

Hal ini melengkapi Menara Syariah yang berdiri megah di Kawasan PIK. Menara yang terdiri dari dua tower ini, menjadi pusat bisnis dan keuangan berbasiskan syariah. Dilengkapi dengan Masjid Al-Khairiyah yang berarti kebaikan.

Sebelumnya, pengembang PIK membangun sejumlah masjid yang Masjid Al-Hikmah di Taman Wisata Mangrove, Masjid An-Nur di Pantai Indah Utara, Masjid Al-Muhajirin di Agung Sedayu Tower, Masjid Al-Khariyah di Menara Syariah PIK II

"Insya Allah, dengan adanya masjid ini, kawasan PIK semakin berkembang menjadi pusat kehidupan beragama dan peradaban," pungkas Nasaruddin.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya