Berita

Presiden Prabowo Subianto saat bertemu sejumlah pengusaha dan konglomerat terkaya di Indonesia/Ist

Politik

Kumpulkan Delapan Pengusaha, Efisiensi Sembilan Naga atau Angka Keberuntungan?

MINGGU, 09 MARET 2025 | 11:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah pengusaha dan konglomerat terkaya di Indonesia di Istana Merdeka disorot pengamat intelejen Doni Istyanto.

Terlebih pertemuan tersebut hanya melibatkan delapan pengusaha, berbeda dengan istilah Sembilan Naga yang sebelumnya dikenal sebagai sebutan bagi kelompok pengusaha berpengaruh di Indonesia.

Doni mengatakan, pengurangan jumlah ini memunculkan spekulasi mengenai perubahan dinamika di antara para pengusaha besar tersebut.


Pengurangan jumlah dari sembilan menjadi delapan pengusaha diduga terkait dengan preferensi pribadi Presiden Prabowo terhadap angka delapan, yang dianggap sebagai angka keberuntungan. 

"Jika di masa pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pengusaha utama dipopulerkan dengan sebutan Sembilan Naga, karena kebetulan SBY meyakini angka tersebut angka keberuntungannya, maka di masa pemerintahan Prabowo, angka delapan adalah keberuntungannya," kata Doni kepada RMOL, Minggu 9 Maret 2025.

Terlepas dari spekulasi tersebut, pertemuan antara Presiden Prabowo dan delaan pengusaha besar ini menunjukkan upaya pemerintah untuk merangkul para pelaku bisnis utama dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang strategis.

"Para pengusaha utama tersebut saat ini diefisienkan tidak lagi berjumlah sembilan tapi menjadi delapan saja termasuk Boy Thohir," tandas Doni.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya