Berita

Pemilik MNC Asia Holding, Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe/Tangkapan layar

Hukum

CMNP Laporkan Hary Tanoe ke Polda Metro Jaya

KAMIS, 06 MARET 2025 | 16:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemilik MNC Asia Holding, Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan sertifikat deposito.

Hary Tanoe dilaporkan oleh Dirut PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Arief Budhy Hardono pada Rabu, 5 Maret 2025 dengan nomor laporan LP/B/1580/III/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Kasus ini terkait pertukaran obligasi antara PT CMNP dengan sertifikat deposito yang dapat diperdagangkan PT Bank Unibank Tbk milik Hary Tanoe yang diduga palsu.


"Sekitar bulan Januari 2025, ditemukan laporan keuangan PT CMNP dan data-data mengenai transaksi pertukaran obligasi antara PT CMNP dengan sertifikat deposito yang dapat diperdagangkan PT Bank Unibank Tbk milik Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo yang diduga palsu," tulis laporan Budhy Hardono ke Polda Metro Jaya dikutip Kamis, 6 Maret 2025.

Atas perkara ini, PT CMNP mengaku mengalami kerugian sekitar 6,313 miliar Dolar AS atau setara Rp103 triliun.

PT CMNP sebelumnya juga telah menggugat Hary Tanoe dan MNC Asia Holding yang dulu bernama Bhakti Investama ke PN Jakarta Pusat. Gugatan PT CMNP di PN Jakpus teregister dengan nomor 194/DIR-KU.11/III/2025 tertanggal 3 Maret 2025 yang ditandatangani Direktur Independen CMNP, Hasyim.

Gugatan ke PN Jakpus ini pun telah direspons PT MNC Asia Holding Tbk melalui direktur legal Chris Taufik. Dikatakan, permasalahan MNC Asia Holding dan CMNP merupakan transaksi tahun 1999 atau sudah lebih dari 20 tahun lalu.

"Transaksi yang dimaksud adalah antara CMNP dengan PT Bank Unibank Tbk, di mana CMNP memiliki negotiable certificate of deposit (NCD) yang diterbitkan oleh Unibank," kata Chris Taufik.

MNC Asia Holding berpandangan, substansi gugatan CMNP terkesan dipaksakan, penerbit NCD bermasalah karena Unibank saat ditutup bukan berstatus perseroan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya