Berita

Bencana banjir di Bekasi (Foto: Antara)

Bisnis

Prabowo Tangani Banjir, Dolar AS Tunduk di Rp16.300

RABU, 05 MARET 2025 | 16:28 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SESI perdagangan penuh keberuntungan, nampaknya cukup menggambarkan situasi pasar uang Asia di pertengahan pekan ini, Rabu 5 Maret 2025. Di tengah kekhawatiran pelaku pasar global pada tensi perang dagang yang kian tersulut oleh langkah keras Presiden AS Donald Trump, nilai tukar mata uang utama dunia justru secara mengejutkan mampu mencetak gerak balik penguatan secara tajam.

Laporan yang beredar menyebutkan, aksi kejut pelaku pasar yang  dilandasi asumsi bahwa tarif Trump juga akan memukul pertumbuhan ekonomi AS pada akhirnya. Aksi akumulasi mata uang utama dunia akhirnya berlangsung dengan meyakinkan, hingga kemudian menjalar di sesi perdagangan pertengahan pekan di Asia.

Akibat lanjutannya, mata uang Asia turut mendapatkan sokongan untuk menjejak zona hijau. Meski secara keseluruhan mata uang Asia hanya mampu mencetak penguatan moderat, aksi akumulasi terlihat cukup signifikan.


Serangkaian laporan yang tersedia juga menyebutkan, jalannya sesi perdagangan di Asia yang cenderung minim sentimen regional. Sentimen regional minor hanya datang dari rilis Indeks PMI komposit China yang dilaporkan sebesar 51,5 untuk Februari lalu, sementara indeks PMI komposit Jepang di kisaran 52,0. Sentimen lain datang dari Australia yang merilis kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir 2024 lalu yang sebesar 1,3 persen atau sedikit di atas ekspektasi pasar yang sebesar 1,2 persen.

Rangkaian rilis data regional tersebut secara keseluruhan kurang mendapatkan porsi perhatian pelaku pasar. Kinerja mata uang Asia akhirnya cenderung menguat sebagai akibat dari sentimen global penguatan mata uang utama dunia, namun dalam rentang terbatas.

Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, mata uang Asia terpantau cenderung seragam menguat dalam rentang moderat. Rupee India dan Dolar Singapura mampu beralih menguat usai sempat terseret di zona pelemahan tipis. Sementara Baht Thailand masih kukuh di zona pelemahan terbatas. Selebihnya, mata uang Asia stabil menjejak zona penguatan.

Terkhusus pada Rupiah, gerak menguat terlihat konsisten dan dalam rentang yang cukup signifikan. Rupiah bahkan kembali menahbiskan diri sebagai mata Asia dengan penguatan tertajam di sesi hari ini. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp16.310 per Dolar AS atau melonjak tajam 0,79 persen. Rupiah tercatat mencetak titik terkuatnya di kisaran Rp16.299 per Dolar AS  yang sekaligus mulai menjangkau level psikologis nya di kisaran Rp16.200-an per Dolar AS. Tinjauan RMOL menunjukkan, kinerja Rupiah yang telah konsisten menguat dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir dan kini mulai mampu menembus level psikologis nya di kisaran Rp16.300-an per Dolar AS.

Pantauan juga memperlihatkan, minimnya sentimen domestik yang tersedia dalam menopang penguatan Rupiah. Satu-satunya sentimen domestik yang tersedia datang dari langkah pemerintahan Presiden Prabowo dalam upaya menangani bencana banjir di kawasan Jakarta-Bogor-Bekasi yang skalanya cukup mengejutkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya