Berita

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Istana Merdeka pada Senin 3 Maret 2025/RMOL

Bisnis

Menaker Buka Suara soal Penutupan Pabrik Yamaha hingga Sanken

SENIN, 03 MARET 2025 | 15:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli akhirnya angkat bicara terkait penutupan pabrik Yamaha dan Sanken yang tengah menjadi sorotan, dengan ribuan pekerja terancam di-PHK.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan dan memastikan setiap proses PHK dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Ini kasusnya berbeda-beda, case by case. Memang ada beberapa industri yang terdampak kondisi global, kemudian mengalami kesulitan pasar," kata Yassierli usai menggelar rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Senin, 3 Maret 2025. 


Ia menegaskan, PHK seharusnya menjadi langkah terakhir bagi perusahaan. Oleh karena itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan Yamaha dan Sanken untuk memastikan bahwa proses PHK telah dilakukan sesuai aturan.

"Karena ada beberapa hal yang kami ingin pastikan bahwa proses menuju PHK-nya itu sudah sesuai dengan aturan apa belum?"tuturnya,

Di samping itu, Menaker juga menyoroti bahwa tidak semua industri mengalami penurunan. Beberapa sektor justru mengalami pertumbuhan di Indonesia.

 "Jadi ini harus balance," katanya.

Untuk diketahui, Pabrik Sanken yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Cikarang, Jawa Barat, akan berhenti beroperasi pada Juni 2025. Produksi pabrik ini sudah menurun drastis, dengan tingkat utilitas hanya mencapai 14 persen pada 2024.

Sementara itu, dua pabrik piano Yamaha di Indonesia akan tutup tahun ini. Penutupan pabrik itu terjadi akibat penurunan permintaan pasar sehingga produksi dipindahkan ke pabrik Yamaha di China dan Jepang. Kondisi ini mengancam 1.100 karyawan di dalam negeri terkena PHK.

Pabrik PT Yamaha Music Product Asia di MM2100, Bekasi, akan tutup pada Maret 2025, mempekerjakan 400 orang, sementara PT Yamaha Indonesia di Pulo Gadung, Jakarta, yang memiliki 700 karyawan, akan berhenti beroperasi pada Desember 2025.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya