Berita

Menteri Ekonomi Iran, Abdolnaser Hemmati/Net

Bisnis

Menteri Ekonomi Iran Dimakzulkan usai Mata Uang Rial Merosot

SENIN, 03 MARET 2025 | 12:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Ekonomi Iran, Abdolnaser Hemmati, dimakzulkan oleh parlemen pada Minggu 2 Maret 2025 di tengah meningkatnya tekanan ekonomi akibat lonjakan inflasi dan merosotnya nilai tukar mata uang Rial.

Seperti dikutip dari Al Jazeera pada Senin 3 Maret 2025, keputusan pemakzulan Hemmati didukung oleh 182 dari 273 anggota parlemen, mayoritas berasal dari kubu garis keras. 

Nilai tukar Rial Iran mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir.


Pada 2015, Rial masih bernilai 32 ribu per Dolar AS. Namun, sejak Presiden moderat Masoud Pezeshkian mulai menjabat pada Juli 2024, nilai Rial terus terperosok hingga mencapai sekitar 600 ribu per dolar AS di pasar terbuka. 

Ketegangan regional yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir semakin memperburuk situasi, dengan nilai Rial kini anjlok hingga sekitar 950 ribu per Dolar AS di tempat penukaran uang di Teheran.

Devaluasi Rial telah menyebabkan ketidakpuasan publik yang meluas karena meningkatnya biaya hidup dan inflasi yang tinggi menjelang Tahun Baru Nowruz bulan ini.

Presiden Pezeshkian, yang hadir dalam sidang Majelis Konsultatif Islam saat pemakzulan Hemmati, mencoba membela menterinya dengan menyatakan bahwa krisis ekonomi yang dihadapi Iran tidak bisa hanya disalahkan pada satu individu.

"Masalah ekonomi masyarakat saat ini tidak terkait dengan satu orang, dan kita tidak bisa menyalahkan semuanya pada satu orang," ujar Pezeshkian.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Mohammad Qasim Osmani, seorang anggota parlemen yang menolak pemakzulan Hemmati. 

Ia menegaskan bahwa lonjakan inflasi dan depresiasi mata uang bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintahan saat ini, melainkan juga dipengaruhi oleh defisit anggaran yang ditinggalkan oleh pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya