Berita

Sekjen Presidium Pejuang Bela Negara (PPBN) Fahri Lubis/RMOL

Politik

UUD 1945 Palsu Biang Kerok Kekacauan di Indonesia

SENIN, 03 MARET 2025 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

UUD 1945 yang diamandemen empat kali telah berubah menjadi konstitusi baru bernama UUD 2002. Konstitusi hasil amandemen ini bisa disebut sebagai UUD 1945 palsu, produk dari kaum komprador yang ada di MPR periode 1999-2004.

Alhasil, UUD 1945 palsu itu menimbulkan kekacauan yang luar biasa buat bangsa Indonesia kurun waktu 2002 hingga saat ini.

Hal itu disampaikan Sekjen Presidium Pejuang Bela Negara (PPBN) Fahri Lubis kepada RMOL, Senin, 3 Maret 2025. 


“Tahun 2025 ini kita harus selesaikan UUD 1945 palsu yang menjadi biang kerok terjadinya adu domba, terjadinya penjajahan dan terjadinya kemiskinan, ketidakadilan serta korupsi merajalela di mana-mana,” kata Fahri.

Ia menyebut NKRI saat ini sudah menjadi State Corporate Crime yang penuh dengan aroma penindasan serta jauh dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Oleh karena itu, Fahri mengajak seluruh elemen bangsa untuk berjuang mengembalikan UUD 1945 asli. 

“Solusinya rakyat harus bersatu, berjuang kita kembalikan UUD 1945 asli dan Pancasila ke pangkuan ibu pertiwi,” imbuh dia. 

Sosok yang menolak adanya UUD amandemen sejak 2003 ini yakin perjuangan kembali ke UUD 1945 asli akan berhasil.

“Kami yakin Allah SWT mengabulkan ikhtiar perjuangan dan doa rakyat Indonesia untuk mengembalikan UUD 1945 Asli dan Pancasila. Kita dorong juga Presiden ke 8 RI untuk mengembalikan UUD 1945 asli sesuai janjinya,” tandas Fahri.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya