Berita

KGPAA Hamangkunegoro bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka/Instagram

Politik

Sikap Kontras Putra Mahkota Keraton Solo dengan Gibran

SENIN, 03 MARET 2025 | 05:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Terkait viralnya pernyataan putra mahkota Keraton Solo, KGPAA Hamangkunegoro yang berisi penyesalan Keraton Solo telah bergabung ke Republik Indonesia justru dipandang memiliki makna yang mendalam tentang kecintaannya kepada negara.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai sikap itu dilandasi dari pemikiran yang jernih dalam memandang makna republik.

“Kita balik pada persoalan kemampuan anak muda dari Keraton Surakarta untuk menilai keadaan, sementara ada anak muda lain yang potretnya ada di sebelah kiri Presiden Prabowo di semua gedung itu tidak mampu untuk mengolah semacam batin kesadaran kebudayaan, tidak mampu untuk melihat perspektif tentang apa yang disebut hidup dalam republik,” ungkap Rocky dikutip dalam kanal Youtube pribadinya, Minggu malam, 2 Maret 2025. 


Anak muda yang dimaksud Rocky tidak lain adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gibran yang dikenal sebagai putra mahkota dari mantan Presiden RI yang menganggap dirinya sebagai Raja Jawa justru memanfaatkan kedinastiannya dalam meraih kekuasaan.

Lanjut akademisi yang dikenal kritis ini, putra mahkota Keraton Solo justru memiliki sikap untuk menjaga marwah Indonesia sebagai negara republik.   

“Jadi kita melihat bahwa ada kontras antara seseorang yang justru hidup dalam sistem kerajaan menginginkan ada kehidupan republik yang bermutu, sementara ada seorang putra Raja Jawa yang justru menginginkan adanya pewarisan politik secara dinasti,” bebernya.

“Jadi kita lihat kontras itu, sinisme akan muncul, tapi begitu banyak orang yang merasa  anak-anak muda ini mengerti bahwa Indonesia harus diurus dengan sistem berpikir yang maksimal,” tambahnya.

Aktivis senior yang disebut-sebut pernah menjadi mentor politik dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menyebut bahwa pikiran putra mahkota Keraton Solo sebagai anak muda sangat maksimal dalam menganalisis masa depan Republik Indonesia. 

“Sementara seorang anak muda hanya bisa turut apa yang dikehendaki oleh ayahnya yang tidak mampu untuk memperlihatkan apa sebetulnya konsep bernegara,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya