Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan tentaranya/Net

Global

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk, Israel Bersiap Perang Lagi di Gaza

MINGGU, 02 MARET 2025 | 14:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tentara Israel tengah bersiap untuk melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza jika tidak ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang saat ini berlaku. 

Otoritas penyiaran Israel, mengutip sumber keamanan senior yang menegaskan bahwa situasi di Gaza hanya memiliki dua kemungkinan yakni pembebasan tawanan atau perang kembali dilanjutkan.  

“Mencapai ketenangan di Gaza membutuhkan kesepakatan aktif; jika tidak, hanya ada dua pilihan, yaitu pembebasan tahanan atau perang," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi pada Minggu, 2 Maret 2025. 


Sumber yang dekat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menyatakan bahwa Netanyahu tidak tertarik untuk memasuki tahap kedua dari kesepakatan pertukaran tahanan. 

Namun, Channel 13 Israel melaporkan bahwa Netanyahu kemungkinan akan memperpanjang gencatan senjata beberapa hari lagi sebelum mempertimbangkan opsi kembalinya pertempuran di Gaza.  

Di sisi lain, Hamas menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh ketentuan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan. Merek juga mendesak para mediator internasional untuk menekan Israel agar melanjutkan tahap kedua kesepakatan.  

Menurut laporan surat kabar Yedioth Ahronoth, Netanyahu telah mengadakan konsultasi dengan para menteri kabinet pada pukul 19.30 waktu setempat untuk membahas masa depan perjanjian Gaza. Konsultasi tersebut dilakukan setelah delegasi negosiasi Israel kembali dari Kairo.  

Sementara itu, sumber keamanan Israel memperingatkan bahwa jika perang kembali terjadi, pertempuran akan lebih intens dari sebelumnya.

Pernyataan ini diperkuat dengan laporan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memberikan lampu hijau kepada Israel untuk melanjutkan operasi militernya, meskipun tidak ada rincian lebih lanjut mengenai hal ini.  

Situasi di Gaza masih belum jelas, dan keputusan Israel dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah gencatan senjata dapat diperpanjang atau pertempuran akan kembali berkecamuk di wilayah tersebut.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya