Berita

Sindikat pemalsu Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) diamankan/Ist

Hukum

Sindikat Pemalsu SKCK Digulung, Empat Pelaku IRT

MINGGU, 02 MARET 2025 | 09:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Tulang Bawang membongkar sindikat pemalsu Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang telah beroperasi selama tiga tahun. Lima pelaku berhasil ditangkap pada Sabtu 1 Maret 2025, empat di antaranya ibu rumah tangga (IRT).  

Pelaku laki-laki yang ditangkap berinisial S alias F (28), warga Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

Sementara itu, empat pelaku perempuan yang diamankan adalah SA (22), warga Desa Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah; EM (31), warga Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang; serta IP (28) dan YA (26), warga Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.  


Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Noviarif Kurniawan menjelaskan bahwa pelaku S berperan sebagai pembuat SKCK palsu menggunakan perangkat komputer. 

"SKCK palsu tersebut dijual seharga Rp50 ribu per lembar kepada para pelaku lainnya," kata AKP Noviarif.

Sementara itu pelaku SA, EM, IP, dan YA berperan sebagai penjual SKCK palsu kepada warga dengan harga bervariasi, mulai dari Rp125 ribu hingga Rp150 ribu per SKCK. SKCK palsu yang dibeli oleh warga dikirim dalam bentuk portable document format (PDF).  

Komplotan ini memasarkan SKCK palsu melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. 

Sebelum transaksi dilakukan, mereka sudah memberi tahu bahwa SKCK yang ditawarkan adalah palsu. 

Setelah SKCK palsu selesai dibuat, dokumen tersebut dikirim dalam format PDF kepada pemesan. 

Setelah menerima SKCK palsu, pemesan akan melakukan pembayaran sesuai kesepakatan awal, yaitu antara Rp125 ribu hingga Rp150 ribu per SKCK. Aksi sindikat ini telah berlangsung sejak tahun 2022.  

Kelima pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda. Penangkapan pertama dilakukan pada Selasa 11 Februari 2025, di mana SA dan EM diamankan di Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. 

Setelah dilakukan pengembangan, IP dan YA berhasil ditangkap di Sungai Menang, Kabupaten OKI, pada Kamis 13 Februari 2025. 

Selanjutnya, pada Senin 1 Maret 2025, petugas menangkap S alias F di Cibuaya, Kabupaten Karawang, yang merupakan pembuat SKCK palsu.  

Para pelaku saat ini telah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan dua pasal berlapis, yakni Pasal 51 ayat 1 Jo Pasal 35 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 12 miliar. 

Tersangka juga dikenakan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat, dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan pembuatan SKCK di luar jalur resmi, karena selain ilegal, juga dapat merugikan diri sendiri," pungkas AKP Noviarif dikutip dari RMOLLampung.



Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya