Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Desa Wisata Wae Rebo Segera Dibuka untuk Wisatawan

SABTU, 01 MARET 2025 | 22:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Desa Wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, akhirnya akan kembali dibuka untuk umum setelah hampir 2 bulan ditutup karena pemulihan pasca bencana alam longsor.

Seperti diumumkan laman instagram Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo (LPBW) @waerebo.official, pembukaan tersebut akan dilakukan pada 10 Maret 2025 mendatang. 

Selama hampir 2 bulan ditutup, beberapa upaya perbaikan dan pemulihan telah dilakukan sekaligus mengevaluasi 18 tahun perjalanan industri pariwisata Wae Rebo.


Berdasarkan data dan proyeksi Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo, perjalanan pariwisata Wae Rebo telah memberikan dampak dalam pergerakan ekonomi masyarakatnya. Sepanjang tahun 2024, tercatat jumlah kunjungan sebanyak 11 ribu kunjungan dan jumlah ini  sesuai dengan standar dan kapasitas ruang di Wae Rebo itu sendiri. 

Wakil Ketua LPBW Benyamin Semandu menyampaikan bahwa sebelum membuka kembali Wae Rebo untuk kunjungan wisatawan, beberapa kegiatan sosialisasi telah dilakukan terutama kepada kelompok masyarakat.

"Selama ini, langkah yang kami ambil sebelum membuka kembali Wae Rebo untuk umum adalah dengan mengadakan beberapa kegiatan sosialisasi agar ke depannya tidak hanya fokus pada pelayanan pariwisata saja, namun harus tetap memperhatikan pekerjaan utama sebagai petani," ujar Benyamin dalam keterangan tertulis, Sabtu 1 Maret 2025.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloisius Jebarut menyampaikan apresiasi atas kerja dari Pokdarwis Wae Rebo dan mengajak wisatawan untuk dapat merencanakan kembali kujungannya ke Wae Rebo. 

"Dengan dibuka kembali aktivitas wisata di Wae Rebo, kami berharap para wisatawan yang selama ini terpaksa menunda jadwal kunjungannya bisa menyusun ulang rencana perjalanannya sehingga bisa menikmati kembali pengalaman berwisata di Waerebo," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya