Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sejak Krismon 1998 dan Covid-19

SABTU, 01 MARET 2025 | 14:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah terus melemah terhadap Dolar AS ke level terparah sepanjang sejarah. 

Pada perdagangan Jumat 28 Februari 2025 sore, Rupiah ditutup di level Rp 16.595 per Dolar AS, terdepresiasi 141 poin dibandingkan hari sebelumnya.

Pelemahan ini menandai titik terendah Rupiah sejak krisis moneter 1998 dan Maret 2020, ketika pandemi Covid-19 mengguncang pasar keuangan global. 


Dalam sepekan, rupiah di pasar spot pun sudah melemah 1,7 persen dan terkoreksi 1,75 persen di sepanjang Februari 2025. Kondisi ini membuat Rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia pada bulan Februari 2025.

Tren depresiasi ini sudah terlihat sepanjang pekan ini. Berdasarkan data Bank Indonesia, Rupiah pada Kamis 27 Februari 2025 ditutup di Rp 16.445 per Dolar AS, kemudian melemah lebih lanjut pada Jumat pagi dengan pembukaan di Rp 16.520 per dolar AS.

Menurut data Bloomberg, Rupiah mengalami penurunan 0,86 persen dalam sehari. Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan penguatan indeks dolar AS (DXY) yang naik ke level 107,24. 

Dinamika ekonomi dan geopolitik, baik di Amerika Serikat maupun dalam negeri telah berkontribusi terhadap pelemahan mata uang Garuda.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya