Berita

Iliustrasi/Ist

Bisnis

Bitcoin Makin Mahal, Pemegang Kripto Jadi Target Perampokan

SABTU, 01 MARET 2025 | 14:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya popularitas mata uang kripto seperti Bitcoin membawa risiko baru bagi para pemegangnya, terutama terkait serangan fisik. 

Menurut arsip yang dikelola oleh pakar keamanan Jameson Lopp, salah satu pendiri dan kepala petugas keamanan CASA, telah terjadi lebih dari 200 serangan fisik terhadap pemegang Bitcoin dan kripto lainnya sejak 2014.

Pada 2025 saja, tercatat 11 insiden kriminal yang menargetkan pemegang kripto, termasuk serangan terhadap Kepala Eksekutif Ledger, David Balland, menurut laporan CoinDesk. 


Sebagian besar kejahatan yang dilaporkan tahun ini terjadi di Asia dan Eropa, dengan Thailand, Korea Selatan, dan Prancis sebagai wilayah yang paling terdampak.

Salah satu insiden terbaru terjadi pada 25 Februari di Korea Selatan, ketika petugas Kepolisian Jeju Barat menangkap empat orang terkait pembunuhan seorang pria asal Tiongkok yang "pergi membeli mata uang virtual," sebagaimana dilaporkan oleh Decrypt. 

Kasus ini menyoroti risiko berkelanjutan terkait serangan fisik terhadap pemegang Bitcoin.

Lopp mencatat adanya korelasi antara jumlah serangan dan harga Bitcoin. 

"Seiring meningkatnya adopsi, kesadaran masyarakat meningkat, dan dengan demikian, jumlah orang yang berpikiran kriminal yang menyadarinya meningkat," jelas Lopp, seperti dikutip dari Forbes, Sabtu 1 Maret 2025.

Ia menambahkan bahwa saat ini para penjahat sedang mencoba menentukan risiko dan imbalan dari menargetkan pemegang aset kripto untuk perampokan.

Sejak 2021, jumlah serangan ini konsisten di atas 20 insiden per tahun, dengan lebih dari setengahnya terjadi pada 2025. Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap Bitcoin dan kripto lainnya, terutama setelah harga Bitcoin melampaui 100.000 Dolar AS.

Penting untuk dicatat bahwa arsip Lopp hanya mencatat insiden yang terdokumentasi. Jumlah sebenarnya dari serangan fisik terhadap pemegang Bitcoin mungkin jauh lebih tinggi, karena banyak kasus yang tidak dilaporkan. 

Mengingat sifat privasi mata uang kripto, para korban mungkin enggan mengungkapkan kejadian tersebut.

Lopp menekankan pentingnya langkah-langkah perlindungan proaktif. 

"Penegakan hukum tidak bertugas melindungi individu dari serangan, mereka hanya bertindak setelah serangan terjadi. Jika Anda ingin menerapkan langkah-langkah perlindungan proaktif, Anda harus melakukannya sendiri," katanya.

Pantauan RMOL di pukul 13.50 WIB harga Bitcoin berada di 85.018 Dolar AS atau setara Rp1,4 miliar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya