Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Laba Turun di 2024, TMAS Butuh Dana Rp3 Triliun untuk Ekspansi Usaha

SABTU, 01 MARET 2025 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten emiten transportasi dan logistik, PT Temas Tbk.(TMAS) mengatakan bahwa Perseroan membutuhkan investasi untuk pengadaan sarana penunjang operasional. 

Manajemen TMAS mengatakan, nilai total dari keseluruhan transaksi secara konsolidasi Perseroan adalah sebesar maksimal Rp3 triliun. 

"Pembiayaan untuk keperluan tersebut berasal dari dana internal Perseroan dan pinjaman dari Bank maupun Lembaga Keuangan lainnya," terang manajemen TMAS dikutip, Sabtu 1 Maret 2025. 


Untuk memperoleh pendanaan tersebut, Perseroan akan meminta persetujuan kepada pemegang saham perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa Perseroan. 

Rapat akan digelar pada Senin, 24 Maret 2025 di Kantor Perseroan di Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Agenda rapat akan membahas persetujuan penetapan penggunaan laba perseroan untuk tahun buku 2024, persetujuan rencana penjualan dan pembelian investasi barang modal/capex seperti armada, perlengkapan, peralatan, serta sarana penunjang Perseroan dan Entitas Anak untuk periode 1 tahun.

Agenda lainnya salah satunya adalah persetujuan atas transaksi hutang piutang, sewa menyewa antara Perseroan dengan Entitas Anak maupun afiliasinya dan pihak ketiga untuk tujuan pengembangan kegiatan usaha. 

Sepanjang 2024, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp673,36 miliar, turun 13,95 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp782,61 miliar.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, disebutkan bahwa pendapatan tumbuh 0,93 persen yoy menjadi Rp4,34 triliun pada 2024, dari Rp4,30 triliun pada tahun sebelumnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya