Berita

Bisnis

Tarif Trump Jarah Asia, IHSG Tumbang 3,31 Persen

JUMAT, 28 FEBRUARI 2025 | 22:38 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SESI penutupan pekan ini akhirnya menjadi sesi perdagangan yang tragis. Usai merosot curam dalam dua hari sesi perdagangan sebelumnya secara beruntun, tekanan jual brutal terlihat berlanjut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat terpantau terkapar mendekati titik terendah dalam 40 bulan terakhir di 6.240-an, ambruk di kisaran 3,69 persen.

Laporan dari jalannya sesi perdagangan menyebutkan, sikap pesimis pelaku pasar yang semakin tak terbendung menyusul sentimen dari pasar global dan regional yang memburuk. Sesi perdagangan di Wall Street sebelumnya dilaporkan jatuh dalam kepanikan jual dengan dipicu oleh kebijakan tarif masuk pemerintahan Presiden Donald Trump.

Laporan lebih jauh menyebutkan, Presiden Trump yang telah memastikan bahwa pengenaan tarif masuk sebesar 25 persen atas produk asal Kanada dan Meksiko yang akan berlaku mulai 4 Maret pekan depan usai masa penundaan selama sebulan. Trump bahkan dalam kesempatan yang sama juga menekankan bahwa penaikkan tarif masuk tambahan sebesar 10 persen atas produk asal China.


Laporan terkait sebelumnya juga menyebutkan Trump yang segera mengenakan tarif masuk atas produk asal Uni Eropa sebesar 25 persen. Rangkaian kebijakan Trump yang terkesan tanpa ampun ini dengan segera memantik sikap pesimis pelaku pasar hingga menghantarkan indeks Wall Street jatuh ke jurang merah.

Situasi buram tersebut kemudian menjarah di sesi perdagangan pemungkasan pekan di Asia, Jumat 28 Februari 2025. Pantauan menunjukkan, seluruh Indeks di Asia yang rontok dalam rentang curam dalam menutup pekan ini. Kinerja merah terlihat konsisten di sepanjang sesi dan bahkan terkesan kian kukuh menjelang sesi penutupan.

Indeks Nikkei (Jepang) berakhir ambruk 2,88 persen di 37.155,5 sementara indeks ASX200 (Australia) terpangkas curam 1,16 persen di 8.172,4 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) menutup sesi dengan tenggelam 3,39 persen di 2.532,78.

Kemerosotan curam di Asia kemudian semakin mengukuhkan pesimisme di bursa saham Indonesia, dengan sikap pelaku pasar yang semakin deras menggelar tekanan jual. Tiadanya sentimen domestik yang tersedia kian mengukuhkan pesimisme hingga menghantarkan IHSG terjungkal semakin dalam. Setelah konsisten menjejak kemerosotan curam di sepanjang sesi, IHSG akhirnya menutup sesi dengan tumbang 3,31 persen di 6.270,59.

Tinjauan teknikal terkini akibat keruntuhan curam dalam tiga hari sesi perdagangan secara beruntun memperlihatkan, tren jual IHSG yang kini semakin solid dan oleh karenanya menghadirkan peluang besar untuk melanjutkan gerak turun lebih jauh hingga beberapa pekan sesi perdagangan ke depan.

Sementara pantauan dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kinerja merah IHSG yang sangat tercermin pada keruntuhan tajam seluruh saham unggulan. Hampir seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan terjungkal dalam penurunan brutal, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, TLKM, ASII, UNVR, UNTR, INDF, PTBA, ITMG, ISAT, JPFA, PGAS, INTP, BBTN, CPIN dan SMGR.

Saham unggulan tercatat hanya menyisakan ICBP yang mampu bertahan positif dengan menutup sesi di Rp10.450 atau naik moderat 0,48 persen.

Pantauan juga menunjukkan pelaku pasar yang justru mendapatkan tambahan sentimen domestik yang kurang bersahabat dari kabar pemutusan hubungan kerja atau PHK yang dilakukan perusahaan raksasa tekstil Asia tenggara, Sritex. Langkah PHK tersebut seakan menambah pukulan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya bertekad mencegahnya di tengah kebangkrutan yang mendera.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya