Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Gedung Putih Larang Reuters dan AP Liput Rapat Kabinet Pertama Trump

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gedung Putih menolak akses wartawan dari Reuters, Associated Press (AP), dan beberapa perusahaan media lainnya untuk meliput rapat kabinet pertama Presiden Donald Trump pada Rabu waktu setempat, 27 Februari 2025. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari kebijakan baru pemerintahan Trump terkait akses media dalam acara kepresidenan.  

Dalam aturan baru tersebut, fotografer dari Associated Press serta wartawan dari Reuters, HuffPost, dan surat kabar Jerman Der Tagesspiegel dilarang hadir.


Sebaliknya, kru TV dari ABC dan Newsmax, serta jurnalis dari Axios, Blaze, Bloomberg News, dan NPR diizinkan masuk ke dalam ruangan.  

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan pemerintahan Trump sehari sebelumnya, yang menyatakan bahwa Gedung Putih akan menentukan media mana yang dapat meliput acara tertentu, terutama di ruangan yang lebih kecil seperti Oval Office.

Sebelumnya, sistem ini dikelola oleh Asosiasi Koresponden Gedung Putih (WHCA), yang secara tradisional mengatur rotasi kelompok pers presiden.  

Keputusan ini menuai reaksi keras dari beberapa kantor berita yang terdampak. Dalam pernyataan bersama, AP, Bloomberg, dan Reuters menegaskan bahwa mereka telah lama bekerja untuk memastikan berita kepresidenan disampaikan secara "akurat, adil, dan tepat waktu" kepada audiens luas.  

"Sebagian besar liputan Gedung Putih yang dilihat orang di outlet berita lokal mereka, baik di AS maupun di seluruh dunia, berasal dari layanan berita seperti kami. Sangat penting dalam demokrasi bagi publik untuk memiliki akses ke berita tentang pemerintah mereka dari pers yang independen dan bebas," demikian pernyataan dari ketiga organisasi tersebut.  

Sementara itu, HuffPost mengecam kebijakan Gedung Putih sebagai pelanggaran terhadap hak kebebasan pers yang dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS.  

WHCA juga merilis pernyataan yang menyatakan protes terhadap aturan baru ini.  

Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, perubahan ini bertujuan untuk mendiversifikasi media yang dapat meliput kegiatan kepresidenan.  

"Meskipun media tradisional masih dapat meliput Presiden Trump setiap hari, pemerintahan ini berencana mengubah siapa yang dapat berpartisipasi dalam acara di ruangan yang lebih kecil," ujar Leavitt.  

Ia juga menambahkan bahwa lima jaringan televisi utama tetap akan memiliki akses bergilir dalam grup pers, sementara layanan streaming dan beberapa media baru akan ditambahkan ke dalam daftar.  

Kebijakan ini juga mengikuti insiden baru-baru ini, di mana Associated Press dilarang dari kelompok pers Gedung Putih karena menolak menggunakan istilah "Teluk Amerika"—nama yang diberikan Trump untuk perairan Teluk Meksiko.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya