Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pasar Pantau Prospek Ekonomi AS, Greenback Berkibar

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS menguat saat investor menelaah kekuatan ekonomi dan prospek tarif setelah komentar terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari Reuters, indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,21 persen menjadi 106,46 pada perdagangan Rabu 26 Februari 2025 waktu setempat. Sementara Euro jatuh 0,26 persen ke posisi 1,0486 Dolar AS.

Sebelumnya, Dolar AS terpuruk pada sesi Selasa karena data ekonomi menunjukkan penurunan tajam dalam keyakinan konsumen. Greenback jatuh hampir 4 persen dari level tertinggi lebih dari dua tahun yang dicapai pada Januari. 


Saat ini investor bersiap menghadapi dampak pasar tenaga kerja dari tindakan yang diambil Department of Government Efficiency di bawah kendali Elon Musk.

Kesepakatan AS dengan Ukraina terkait mineral juga menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi ekonomi zona Euro dan mata uang tunggal.

Kemarin, Ukraina mengatakan telah mencapai kesepakatan "awal" untuk menyerahkan pendapatan dari beberapa sumber daya mineralnya ke Amerika Serikat, sebelum Presiden Volodymyr Zelenskiy melakukan perjalanan ke Washington, Jumat.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun anjlok hampir 10 basis poin (bps), dan terakhir turun 4,2 basis poin menjadi 4,256 persen setelah jatuh ke 4,249 persen, level terendah sejak 11 Desember.

Dolar Kanada melemah 0,9 persen terhadap greenback menjadi 1,43, sementara peso Meksiko menguat 0,3 persen menjadi 20,406.

Perdagangan kedua mata uang tersebut bergejolak setelah Trump mengatakan bahwa kebijakan tarif akan berlaku segera setidaknya pada 2 April. 

Pasar saat ini memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 57 bps dari Federal Reserve pada akhir tahun, dengan ekspektasi penurunan setidaknya 25 bps tidak akan mencapai 50 persen hingga pertemuan Juni.

Dolar AS melemah terhadap Yen, turun 0,04 persen menjadi 148,96. 

Poundsterling menguat 0,09 persen menjadi 1,2677 Dolar AS.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya