Berita

Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono/Ist

Politik

Bicara di Universitas Paramadina, SBY Soroti Tatanan Dunia Hingga BRICS

RABU, 26 FEBRUARI 2025 | 21:24 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti perubahan besar dalam tatanan dunia pasca Perang Dunia II hingga era kontemporer. Ia menjelaskan bagaimana transisi dari sistem G-8 ke G-7 akibat keluarnya Rusia, serta kemunculan fenomena ultranationalism, unilateralism, dan isolationalism yang menyebabkan penurunan multilateralisme di tingkat global. 

“Pertanyaan besar yang muncul saat ini adalah, apakah G20 yang dibentuk pada 2008 masih relevan dengan perubahan tatanan dunia yang terjadi? Begitu pula dengan masa depan G7 dan BRICS. Indonesia, yang kini telah resmi menjadi anggota BRICS, harus siap menghadapi tantangan besar ini dan menavigasi posisi strategisnya di tengah ketegangan yang berkembang,” kata SBY saat menjadi pembicara utama pada acara bertajuk “Masa Depan Multilateralisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi-Politik dan Keamanan Global” di Universitas Paramadina Kuningan, Trinity Tower, Rabu, 26 Februari 2025.

SBY mengungkapkan bahwa sejak berakhirnya Perang Dunia II dan berlanjut ke era Perang Dingin, dunia mengalami ketegangan antara blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Dengan berakhirnya Perang Dingin dan bubarnya Uni Soviet pada 1989, dunia memasuki fase baru yang lebih dominan terhadap kapitalisme dan ekonomi pasar, serta pembentukan forum internasional seperti G20.


Lebih lanjut, SBY juga menyoroti peran tiga pemimpin dunia yang saat ini memiliki pengaruh besar dalam geopolitik global, yaitu Presiden Xi Jinping, Presiden Vladimir Putin, dan Presiden Donald Trump. Ketiga pemimpin ini, menurut SBY, memiliki tiga elemen utama yang memungkinkan mereka mendominasi percaturan dunia, yaitu kekuatan ekonomi, kekuatan militer, dan kekuatan teknologi.

Tak hanya itu, dengan munculnya kebijakan ‘America First’ oleh Presiden Trump dan pergeseran pandangan AS yang lebih dekat dengan Rusia dan China, muncul pertanyaan mengenai kelanjutan multilateralisme. Bahkan, penggunaan hak veto di PBB oleh lima negara besar semakin dipertanyakan, mengingat hanya sedikit negara yang memiliki hak untuk memengaruhi keputusan global.

“Masa depan berbagai lembaga internasional seperti Bretton Woods, IMF, World Bank, dan WTO kini terancam oleh perubahan besar dalam tatanan ekonomi global. Begitu pula dengan masa depan ASEAN yang harus diperkuat sebagai warisan para pendahulu, mengingat pentingnya stabilitas kawasan Asia Tenggara di tengah dunia yang semakin terfragmentasi” tambahnya.

Sehingga peran ASEAN sebagai organisasi regional harus tetap dijaga dan diperkuat. Indonesia, yang merupakan anggota BRICS, harus menjadi aktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama antar negara-negara ASEAN.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran SBY dalam forum akademik ini. Ia mengingat kembali masa kepemimpinan SBY sebagai Presiden yang bertepatan dengan pengabdiannya di DPR-RI, menandai periode yang sangat berkesan baginya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya