Berita

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin, 24 Februari 2025/RMOL

Politik

Pesan SBY ke Kader Demokrat: Abuse of Power Adalah Dosa Besar

SENIN, 24 FEBRUARI 2025 | 19:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan bahwa satu dekade terakhir merupakan masa penuh ujian bagi partainya.

Dalam Kongres VI Partai Demokrat di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin, 24 Februari 2025, SBY mengungkapkan bahwa perjalanan Demokrat sejak 2014 hingga 2024 bukanlah hal yang mudah, terutama dalam lima tahun terakhir yang penuh tantangan.

"Posisi Partai Demokrat memang tidak mudah, apalagi lima tahun terakhir, kita menghadapi ancaman yang benar-benar serius. Karena kalau kita kalah kemarin itu dan tuhan tidak memberikan pertolongan ke kita, kita tidak ada di ruangan ini," kata SBY.


Namun Presiden ke-6 RI itu menegaskan bahwa Demokrat tidak menyerah dalam menghadapi tekanan. 

Ia menyinggung upaya merebut kepemimpinan partai secara ilegal dan amoral, yang menurutnya bertentangan dengan nilai demokrasi dan kedaulatan partai.

Lebih lanjut, SBY juga menekankan pentingnya menjaga moralitas politik dan menghindari penyalahgunaan kekuasaan. 

SBY menegaskan bahwa selama 10 tahun kepemimpinannya sebagai Presiden RI, tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk melakukan intervensi terhadap partai politik lain.

“10 tahun saya memimpin negeri ini dengan dukungan penuh Partai Demokrat tidak pernah terlintas di kepala saya apalagi melakukan cawe-cawe dan intervensi buruk untuk rampas kedaulatan sebuah partai. Terhadap parpol manapun apapun posisinya apakah oposisi atau bagian koalisi pemerintahan," jelas SBY.

Jebolan terbaik AKABRI 1973 itu mengingatkan bahwa godaan penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power adalah dosa besar dalam politik. 

SBY meminta seluruh kader Demokrat untuk menjauhi praktik-praktik yang mencederai demokrasi dan kepercayaan rakyat.

“Penyalahgunaan kekuasaan atau sering disebut abuse of power adalah dosa terbesar, perbuatan tercela dan hakikatnya adalah pelanggaran amanah konstitusi. Jangan pernah ada kader Partai Demokrat yang melakukan dosa besar seperti ini," pungkasnya.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya