Berita

Penulis sekaligus Penasihat Taman Bacaan Masyarakat, Maman Suherman/RMOL

Politik

Pemerintah Diminta Tempuh Dialog Tanggapi Tagar Indonesia Gelap

SENIN, 24 FEBRUARI 2025 | 17:31 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah seharusnya tidak reaktif dalam menghadapi narasi atau tagar 'Indonesia Gelap' yang akhir-akhir ini banyak dibahas di media sosial.

Bahkan, ada kalangan mahasiswa yang melakukan demonstrasi dengan mengambil tema 'Indonesia Gelap'.

"Satu hal yang saya lihat bahwa para pejabat jangan terlalu reaktif terhadap hal-hal seperti ini," kata Penulis sekaligus Penasihat Taman Bacaan Masyarakat, Maman Suherman kepada redaksi pada Senin, 24 Februari 2025.


Lanjut mantan jurnalis itu, seharusnya aparat pemerintah mengindahkan pernyataan Presiden Prabowo yang terbuka terhadap kritik.

"Kan Pak Prabowo sendiri sangat terbuka dari awal mengatakan siap dikritisi dan lain sebagainya," ungkapnya.

Seharusnya, kritik itu diakomodir melalui diskusi dan dialog yang interaktif dua arah.

"Harusnya justru disambut untuk kemudian diarahkan dialog, bukan kalau Indonesia gelap lu mau kabur ke luar negeri kabur aja, jangan balik dan lain sebagainya ya akan menjadi kayak menyiram minyak ke dalam api malah makin heboh, orang makin emosi," jelas Maman.

Lewat jalan dialog itu, ia yakin pemerintah mengetahui apa yang dimaksud para mahasiswa.

Seperti diketahui bersama, massa BEM SI dan mahasiswa lainnya menggelar aksi 'Indonesia Gelap' di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Kamis, 20 Februari 2025 dan Jumat, 21 Februari 2025.

Dalam aksi ini, BEM SI membawa sembilan poin tuntutan, yakni: Kaji ulang Inpres Nomor 1 Tahun 2025, Transparansi status pembangunan dan pajak rakyat, Evaluasi besar-Besaran Makan Bergizi Gratis, Tolak Revisi UU Minerba yang bermasalah, Tolak Dwifungsi TNI, Sahkan RUU Perampasan Aset, Tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional, Tolak impunitas dan tuntaskan HAM berat dan Tolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya