Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Tiongkok Kebut Upaya Revolusi Pertanian

SENIN, 24 FEBRUARI 2025 | 12:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Tiongkok berencana memperdalam reformasi pedesaan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

Dalam cetak biru kebijakan tahunan yang dikenal sebagai "No. 1 central document", Dewan Negara Tiongkok menguraikan rencana untuk meningkatkan sistem penghargaan dan subsidi bagi daerah penghasil biji-bijian utama. 

Tiongkok berencana mempromosikan industrialisasi budidaya bioteknologi, termasuk pengembangan alat pengeditan gen dan varietas baru gandum, jagung, kedelai, dan rapeseed. 


Dikutip dari Xinhua, Senin 24 Februari 2025, fokus kebijakan ini adalah mencapai swasembada dan stabilitas pasokan untuk mengantisipasi potensi gangguan perdagangan pertanian dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada.

Meskipun Tiongkok telah menyetujui penanaman kedelai, gandum, dan jagung hasil rekayasa genetika, implementasinya masih terbatas dan diawasi ketat. 

Selain itu, Tiongkok juga akan memantau dan mengatur kapasitas produksi babi serta mendukung industri sapi potong dan sapi perah. Pemerintah juga mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan pendanaan guna revitalisasi pedesaan. 

Tiongkok telah membangun sekitar 66,7 juta hektar lahan pertanian berstandar tinggi pada akhir tahun 2024, dengan jaringan irigasi yang membentang sepanjang 10 juta kilometer, jarak yang setara dengan mengelilingi ekuator Bumi sebanyak 250 kali. 

Produksi biji-bijian raksasa ekonomi itu mencapai rekor tertinggi 706,5 juta metrik ton tahun lalu, naik 1,6 persen dari tahun 2023.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya