Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kesepakatan Besar, Qatar Gaet Scale AI untuk Transformasi Digital Pemerintah

SENIN, 24 FEBRUARI 2025 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Qatar telah menandatangani perjanjian lima tahun dengan perusahaan data berbasis kecerdasan buatan, Scale AI, untuk menerapkan alat dan pelatihan berbasis AI guna meningkatkan layanan pemerintah di negara Teluk tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi Qatar mengatakan kesepakatan tersebut akan memungkinkan pemerintah untuk mengadopsi alat-alat seperti analisis prediktif, otomatisasi, dan analisis data tingkat lanjut dalam upaya untuk mengefisienkan operasi.

Trevor Thompson, kepala pertumbuhan global di perusahaan yang berpusat di San Francisco, California menyambut baik kerja sama tersebut.


"(Kesepakatan ini) dapat menjadi cetak biru bagi pemerintah lain di seluruh dunia, dan memungkinkan kami untuk benar-benar berkomitmen dengan cara yang menurut saya dapat mendorong dampak lebih cepat," kata Thompson, seperti dikutip dari Reuters, Senin 24 Februari 2025.

Qatar, sebagai produsen gas kaya dan sekutu lama Amerika Serikat, berupaya menjadi pemimpin dalam teknologi AI di tengah persaingan yang meningkat dari negara tetangga seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. 

Didirikan pada tahun 2016, Scale AI menyediakan data berlabel akurat dalam jumlah besar untuk melatih alat AI seperti ChatGPT milik OpenAI. 

Perusahaan ini juga membantu kliennya, termasuk raksasa teknologi Microsoft, bank Wall Street Morgan Stanley, dan perusahaan AI seperti OpenAI dan Cohere, dalam membuat dan menyempurnakan kumpulan data.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya