Berita

Tentara Israel/Net

Dunia

Israel Lancarkan Invasi Baru ke Quneitra, Suriah

MINGGU, 23 FEBRUARI 2025 | 13:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pasukan Israel (IDF) bergerak maju menuju wilayah Suriah selatan, khususnya desa Ofanya di utara Quneitra.

Sumber lokal mengatakan pasukan Israel telah melakukan survei ekstensif terhadap penduduk dan infrastruktur desa-desa yang mereka masuki. 

Aktivis Saeed Al-Muhammad menduga tindakan ini merupakan bagian dari rencana Israel untuk menginvasi wilayah tersebut menegakkan penyelesaian ekonomi dan menciptakan realitas demografi baru di wilayah tersebut.


“Tim Israel mensurvei pendapat masyarakat mengenai situasi medis dan pendidikan, serta profesi mereka," ungkapnya seperti dikutip dari Middle East Monitor pada Minggu, 23 Februari 2025. 

Namun, ia tidak mengonfirmasi rumor mengenai rencana program kerja harian yang memungkinkan warga Suriah bekerja di wilayah pendudukan dengan upah 100 dolar  AS per hari.

Menurut Al-Muhammad, tujuan utama Israel bukanlah menyediakan lapangan kerja bagi warga Suriah, melainkan menciptakan ketergantungan ekonomi yang dapat memfasilitasi proyek hibridisasi demografi. 

“Upah yang menarik ini adalah jebakan bagi kaum muda yang hidup di bawah garis kemiskinan, di mana tenaga kerja mereka dapat digunakan sebagai alat spionase dan untuk melemahkan potensi perlawanan,” tambahnya.

Al-Muhammad juga menekankan bahwa langkah Israel ini melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 497, yang menetapkan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah wilayah pendudukan Suriah. 

Ia menyerukan tindakan tegas dari komunitas internasional dan dunia Arab untuk memaksa Israel menarik diri tanpa syarat serta menjatuhkan sanksi atas pelanggaran berulang terhadap kedaulatan Suriah.

“Survei populasi ini adalah alat untuk menarik masyarakat ke arah normalisasi ekonomi, sekaligus persiapan bagi pemindahan sistematis penduduk,” lanjutnya. 

Al-Muhammad mendesak agar pelanggaran ini didokumentasikan dalam laporan internasional yang dapat diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), terutama mengingat meningkatnya serangan terhadap tenaga medis di wilayah tersebut.

Sementara itu, citra satelit dari Planet Labs PBC mengungkapkan bahwa Israel telah membangun tujuh lokasi militer baru yang tersebar dari Gunung Hermon di utara hingga Tel Kodna di selatan, dekat perbatasan Suriah-Yordania.

Laporan dari surat kabar Israel, Haaretz, menyebutkan bahwa lokasi-lokasi ini dilengkapi dengan fasilitas militer, termasuk bangunan tempat tinggal bagi tentara, klinik medis, dan fasilitas logistik. 

Hal ini semakin menegaskan dugaan bahwa Israel berencana untuk bertahan lama di wilayah tersebut.

Situasi di Quneitra kini menjadi perhatian dunia internasional. Para aktivis dan organisasi hak asasi manusia mendesak tindakan lebih lanjut untuk melindungi warga sipil dari eksploitasi pendudukan serta mencegah perubahan demografi yang dapat mengancam identitas nasional Suriah.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya