Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Israel Tunda Pembebasan 620 Tahanan Palestina karena Perilaku Hamas

MINGGU, 23 FEBRUARI 2025 | 12:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Israel menunda pembebasan ratusan tahanan Palestina, usai upacara penyerah terimaan enam sandera Israel dari Hamas yang dinilai memalukan.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Minggu pagi waktu setempat, 23 Februari 2025, dikatakan bahwa mereka menunda pemulangan tahanan Palestina, sampai Hamas setuju membebaskan sandera lainnya tanpa membuat provokasi.

"Pembebasan tahanan Palestina ditunda sampai pembebasan sandera berikutnya dipastikan, dan tanpa upacara yang memalukan," demikian pernyataan tersebut.

Kendaraan militer yang biasanya bergerak mendahului bus tahanan terlihat keluar dari gerbang penjara Ofer, tetapi kemudian berbalik kembali.  

Kendaraan militer yang biasanya bergerak mendahului bus tahanan terlihat keluar dari gerbang penjara Ofer, tetapi kemudian berbalik kembali.  

Mengutip CBS News, seharusnya, 620 tahanan Palestina dijadwalkan dibebaskan setelah enam sandera Israel dibebaskan pada Sabtu, 22 Februari 2025. Ini akan menjadi pembebasan tahanan terbesar dalam satu hari selama fase pertama gencatan senjata di Gaza. 

Namun, dengan keputusan Israel, masa depan gencatan senjata kini semakin tidak pasti.  

Komisi Otoritas Palestina untuk urusan tahanan mengonfirmasi penundaan pemulangan ratusan tahanan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sementara itu, keluarga tahanan Palestina yang telah menunggu dalam cuaca dingin di luar penjara tampak kecewa, bahkan seorang wanita terlihat menangis.  

Pihak Israel mengkritik cara Hamas menyerahkan sandera, yang dikawal oleh militan bertopeng di depan kerumunan. PBB dan Palang Merah juga mengecamnya sebagai tindakan yang merendahkan martabat sandera. 

"Upacara ini adalah penggunaan sandera secara sinis untuk tujuan propaganda," kata pernyataan Israel.  

Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata. Juru bicara Hamas, Abdel Latif Al-Qanou, mengatakan bahwa Netanyahu "sengaja mengulur waktu."

Salah satu sandera yang dibebaskan, Omer Shem Tov, sempat bertindak di bawah tekanan saat ia mencium kepala dua tentara Hamas dan meniupkan ciuman ke arah kerumunan. 

Ia dan beberapa sandera lainnya bahkan mengenakan seragam tentara palsu, meskipun mereka bukan tentara saat diculik.  

Keluarga dan teman-teman Eliya Cohen, sandera lainnya, menyambutnya dengan sorakan, "Eliya! Eliya! Eliya!" Ketika bertemu orang tuanya, Shem Tov berkata, "Kalian tidak tahu betapa aku memimpikan kalian."  

Sebelumnya, Hamas sempat menyerahkan jenazah yang salah untuk sandera Israel, Shiri Bibas. Israel mengonfirmasi bahwa jenazah yang diberikan pada hari Jumat, 21 Februari 2025 adalah benar milik Bibas, dan menolak klaim Hamas bahwa Bibas dan anak-anaknya tewas akibat serangan udara Israel.  

Dengan meningkatnya ketegangan akibat penundaan ini, pembicaraan mengenai fase kedua gencatan senjata pun masih belum dimulai.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya