Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Kemunculan Virus Baru di China Guncang Pasar Minyak, Harga Anjlok Drastis

SABTU, 22 FEBRUARI 2025 | 09:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah beberapa hari mengalami kenaikan, harga minyak mentah turun lebih dari 2 Dolar AS per barel pada Jumat, 21 Februari 2025.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 2,05 dolar AS atau 2,68 persen menjadi 74,43 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2,08 Dolar AS atau 2,87 persen menjadi 70,40 dolar AS per barel. 

Secara mingguan, Brent mengalami penurunan 0,4 persen, dan minyak mentah berjangka AS turun 0,5 persen.


Penurunan harga ini sebagian besar disebabkan oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah, khususnya karena gencatan senjata di Gaza yang masih berlangsung. 

"Ketegangan di Timur Tengah berkurang karena gencatan senjata di Gaza masih bertahan, sehingga risiko di pasar juga menurun," kata John Kilduff, mitra di Again Capital, New York.

Laporan mengenai penemuan virus corona baru pada kelelawar oleh peneliti di Institut Virologi Wuhan, Tiongkok, turut mempengaruhi pasar. 


"Harga minyak pertama kali turun sekitar 2 Dolar AS per barel ketika laporan tersebut muncul," menurut analis.

Hubungan yang memburuk antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump juga menambah ketidakpastian di pasar, terutama terkait potensi pelonggaran sanksi terhadap Rusia dan kemungkinan kembalinya aliran minyak Rusia ke pasar global.

Selain itu, kekhawatiran mengenai potensi tarif yang akan dikenakan oleh Trump terhadap impor minyak mentah dari Meksiko dan Kanada membuat kilang minyak AS mempertimbangkan untuk beralih ke minyak mentah domestik yang lebih ringan. 

Langkah ini dapat mempengaruhi throughput dan profitabilitas, mengingat perbedaan output produk antara minyak mentah berat dan ringan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya