Berita

Bank Sentral Rusia (CBR)/Net

Dunia

Bank Sentral Rusia Ngaku Belum Ada Pembahasan Pencabutan Sanksi dengan AS

SABTU, 22 FEBRUARI 2025 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Sentral Rusia (CBR) menyatakan bahwa belum ada perundingan dengan pemerintah AS mengenai pencabutan sanksi ekonomi atau pembekuan cadangan devisa Rusia dengan Amerika Serikat (AS), yang dijatuhkan atas konflik Ukraina.

"Bank sentral tidak berpartisipasi dalam negosiasi semacam itu. Saya tidak mengetahui hal ini," kata Gubernur CBR, Elvira Nabiullina, di sela-sela forum 'Keamanan Siber dalam Keuangan' di Ekaterinburg, dikutip dari RT, Sabtu 22 Februari 2025. 

Sebelumnya, Washington telah mengisyaratkan bahwa pencabutan sanksi dapat menjadi bagian dari proses perdamaian untuk mengakhiri permusuhan, yang menyebabkan spekulasi di media tentang kemungkinan adanya diskusi.


Sejak peningkatan konflik pada Februari 2022, Barat telah memberlakukan sanksi berat terhadap Rusia. Diperkirakan ada 300 miliar Dolar AS milik bank sentral Rusia yang masih dibekukan di tempat penyimpanan dana asing, terutama di AS dan Uni Eropa.

Baru-baru ini, terjadi pertemuan tingkat tinggi antara Moskow dan Washington di Arab Saudi. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa pencabutan sanksi perlu dibahas untuk mencapai solusi yang "abadi dan berkelanjutan" bagi konflik Ukraina. 

"Saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa, untuk mengakhiri konflik apa pun, harus ada konsesi yang dibuat oleh semua pihak," katanya.

Hal itu memicu reaksi keras dari Uni Eropa. Negara-negara anggota menuduh Washington membuka dialog dengan Moskow tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dan mengecualikan Brussels dari negosiasi. 

Sebagai respons, Uni Eropa dengan cepat menyetujui paket sanksi ke-16 terhadap Rusia, yang mencakup larangan impor aluminium Rusia secara bertahap dan pembatasan lebih lanjut pada ekspor minyak mentah. 

Langkah-langkah ini diambil untuk mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Rusia, terlepas dari kemungkinan perubahan kebijakan sanksi oleh AS. 

Kremlin telah berulang kali mengecam sanksi Barat sebagai tindakan ilegal dan menekankan bahwa pembatasan tersebut gagal mengganggu stabilitas ekonomi Rusia atau mengisolasinya dari sistem keuangan global.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada Kamis bahwa AS siap untuk meningkatkan atau menghapus sanksi berdasarkan kesediaan Kremlin untuk bernegosiasi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya