Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Laporan Keuangan Berakhir Suram, Bursa Saham AS Ditutup Merah

SABTU, 22 FEBRUARI 2025 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan Jumat 21 Februari 2025 waktu setempat.

Dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 748,63 poin atau 1,69 persen ke 43.428,02.

Indeks S&P 500 turun 104,39 poin atau 1,71 persen ke level 6.013,13. Nasdaq Composite melemah 438,36 poin atau 2,20 persen ke 19.524,01.


Jatuhnya ketiga indeks ini memperpanjang tren pelemahan setelah laporan ekonomi yang suram di tengah kekhawatiran terkait tarif baru Presiden AS Donald Trump serta melemahnya permintaan konsumen. 

S&P 500 dan Russell 2000 mencatat penurunan harian terbesar sejak 18 Desember, menjadikan akhir pekan yang suram. 
 
CEO AXS Investments di New York, Greg Bassuk, mengatakan, pelemahan ini membuat akhir pekan menjadi tidak menyenangkan. 

“Saya tidak suka melihat begitu banyak warna merah pada hari Jumat,” katanya. 

Laporan ekonomi menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis AS dan memburuknya sentimen konsumen, dengan peserta survei melaporkan prospek yang semakin suram di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kemarin, Walmart, pengecer terbesar di dunia, menyampaikan proyeksi penjualan dan laba tahun fiskal berjalan yang jauh di bawah ekspektasi analis, memperlihatkan adanya penurunan permintaan konsumen.

Chris Williamson, Kepala Ekonom S&P Global, menyatakan bahwa optimisme bisnis di AS telah menguap akibat meningkatnya ketidakpastian.

Sektor-sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi, termasuk transportasi, semikonduktor, saham berkapitalisasi kecil, perumahan, dan barang konsumsi non-primer, turun lebih dari 2 persen.

Saham-saham kapitalisasi besar juga melemah 2,9 persen, dengan seluruh anggota "Magnificent Seven" berada di zona merah. 

Nvidia akan merilis laporan keuangannya pada pekan depan. Pada penutupan perdagangan Kamis sahamnya anjlok 4,1 pesen. 

Musim laporan keuangan kuartal IV 2024 hampir selesai. Dari 425 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja, 76 persen melampaui ekspektasi Wall Street, menurut data LSEG. Namun, beberapa perusahaan mengalami tekanan.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 17,06 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 15,30 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya