Berita

Demo 'Indonesia Gelap' di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau dikenal dengan nama Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Februari 2025.

Bisnis

Demo Indonesia Gelap Berlanjut, IHSG Tembus 6.800

JUMAT, 21 FEBRUARI 2025 | 18:25 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SENTIMEN kurang menguntungkan yang mewarnai jalannya sesi perdagangan penutupan pekan ini akhirnya gagal menghantarkan Indeks bergerak tajam. Paduan sentimen eksternal dan internal yang cenderung identik memaksa pelaku pasar menahan diri hingga kinerja indeks terjebak lesu.

Laporan yang beredar di kalangan pelaku pasar menyebutkan, runtuhnya Indeks Wall Street di sesi perdagangan sebelumnya memaksa pelaku pasar di Asia jatuh dalam keraguan. Laporan lebih jauh menyebutkan, keruntuhan indeks Wall Street yang dilatari oleh rilis proyeksi kinerja perusahaan raksasa retail, Walmart yang lemah. Rilis tersebut kemudian dijadikan dalih kepanikan pelaku pasar hingga menghadirkan tekanan jual yang signifikan untuk merontokkan Indeks.

Namun pelaku pasar di Asia menilai tekanan jual yang terjadi di Wall Street sebagai berlebihan, hingga sesi perdagangan Asia hanya mengalami tekanan jual yang jauh lebih ringan. Di tengah minimnya sentimen regional yang berkembang, kinerja Indeks di Asia akhirnya hanya menghasilkan gerak moderat dan mixed.


Hingga sesi perdagangan akhir pekan, Jumat 21 Februari 2025 ditutup, Indeks ASX200 di bursa saham Australia terkoreksi moderat 0,32 persen di 8.296,2 setelah konsisten menjejak zona pelemahan terbatas disepanjang sesi. Kinerja positif mampu ditorehkan indeks Nikkei (Jepang) yang menutup sesi dengan naik moderat 0,28 persen di 38.784,0, serta Indeks KOSPI (Korea Selatan) yang berakhir flat alias naik sangat tipis 0,02 persen di 2.654,58.

Rangkaian kinerja lesu di Asia tersebut kemudian menghadirkan keraguan di bursa saham Indonesia. Pantauan menunjukkan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berulangkali menjejak zona merah dan berulangkali pula mampu berbalik ke zona hijau di sepanjang sesi. Secara keseluruhan, baik gerak merah ataupun hijau IHSG terkesan konsisten di rentang terbatas.

IHSG kemudian menutup sesi akhir pekan ini dengan naik moderat 0,22 persen di 6.803,0 atau sekaligus menembus level psikologis nya di kisaran 6.800. Pantauan lebih rinci dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kinerja saham-saham unggulan yang cenderung mengalami tekanan jual meski dalam rentang yang lebih terbatas.

Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan menutup sesi dengan penurunan, seperti: BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, ADRO, INDF, UNTR, ICBP, ISAT, PGAS, PTBA, JPFA dan UNVR. Sedang sejumlah kecil saham unggulan, seperti ASII, SMGR, CPIN dan ITMG terlihat masih mampu mengakhiri sesi dengan kenaikan.

Laporan lebih jauh dari jalannya sesi perdagangan di Jakarta memperlihatkan, pelaku pasar yang gagal mendapatkan suntikan sentimen positif yang signifikan. Laporan bahkan menyebutkan, investor yang perhatiannya kembali tertuju pada perkembangan sentimen minor dari pentas politik nasional. Laporan menunjukkan, aksi demonstrasi mahasiswa bertema Indonesia Gelap yang kembali berlanjut hari ini dengan melibatkan ribuan mahasiswa di Jakarta.

Sentimen minor domestik lain datang dari langkah Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK yang akhirnya menahan sekjend Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PDIP Hasto Kristiyanto. Langkah penahanan oleh KPK tersebut direspon keras PDIP dengan melarang sejumlah kader PDIP mengikuti retreat di Magelang.

Keseluruhan situasi politik nasional akhir nya semakin runcing. Dan pelaku pasar harus memberikan porsi perhatian yang memadai.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya