Berita

Presiden AS Donald Trump menjabat tangan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam konferensi pers bersama di Gedung Putih, Washington, pada 13 Februari 2025./AP

Dunia

Trump Ambil Sikap Tegas pada Kelompok Anti-India di AS

KAMIS, 20 FEBRUARI 2025 | 04:13 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Presiden AS Donald Trump telah mengambil sikap tegas terhadap elemen-elemen anti-India yang beroperasi di tanah Amerika, termasuk separatis Khalistani. Trump mengisyaratkan adanya perubahan pendekatan dibandingkan dengan pemerintahan Biden sebelumnya.

Berbicara pada konferensi pers baru-baru ini, Trump mengkritik penanganan Presiden Joe Biden terhadap hubungan AS-India dan menekankan komitmennya untuk bekerja sama erat dengan India dalam masalah kejahatan dan ekstradisi.

“Saya tidak berpikir India memiliki hubungan yang baik dengan pemerintahan Biden,” kata Trump. “Banyak hal terjadi yang tidak pantas antara India dan pemerintahan Biden.”


Gerakan Khalistan adalah gerakan separatis Sikh, yang berusaha untuk membentuk sebuah negara terpisah yang disebut Khalist?n atau “Tanah yang Murni” di wilayah Punjab di Asia Selatan yang akan menjadi tanah air bagi orang Sikh.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di New Delhi tentang aktivitas separatis dan individu yang mencari perlindungan di Amerika Serikat. Trump menggarisbawahi kesediaannya untuk mengambil tindakan yang lebih kuat, menyoroti ekstradisi yang akan datang terhadap Tahawwur Rana, seorang pengusaha asal Pakistan yang dituduh terlibat dalam serangan teror Mumbai tahun 2008.

“Kami akan segera mengembalikan seorang pria yang sangat kejam ke India. Masih banyak lagi yang akan menyusul karena kami memiliki cukup banyak permintaan,” imbuhnya, yang mengisyaratkan bahwa ekstradisi tambahan mungkin akan segera dilakukan.

Komentar Trump sejalan dengan kekhawatiran lama India tentang keberadaan ekstremis Khalistani di AS dan dugaan peran mereka dalam mengganggu kepentingan India. Pernyataannya bahwa pemerintahannya akan “bekerja sama dengan India dalam menangani kejahatan dan menjadikannya baik untuk India” menunjukkan adanya perubahan kebijakan yang ditujukan untuk menindak tegas individu yang terlibat dalam aktivitas anti-India dari tanah Amerika.

Pernyataan ini dipandang sebagai upaya untuk meyakinkan New Delhi tentang hubungan bilateral yang lebih kuat di bawah pemerintahan Trump yang potensial di masa mendatang. Sebaliknya, hubungan India-AS di bawah Biden menghadapi tantangan, termasuk ketegangan diplomatik atas masalah ekstradisi dan kerja sama penegakan hukum terkait kejahatan transnasional.

Pernyataan Trump telah menarik perhatian di Washington dan New Delhi, dengan para analis berspekulasi apakah pendekatannya dapat mengarah pada kolaborasi yang lebih aktif dalam menangani terorisme dan elemen ekstremis. Posisinya mengenai isu-isu terkait India kemungkinan akan memainkan peranan dalam membentuk hubungan diplomatik antara kedua negara demokrasi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya