Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Bisnis

Trump Gak Ada Obat, IHSG Terseret Merah

KAMIS, 20 FEBRUARI 2025 | 22:26 WIB | OLEH: ADE MULYANA

KEKHAWATIRAN investor di Asia terlihat mencoba mendahului keresahan di bursa Wall Street. Setelah sesi perdagangan pertengahan pekan di Wall Street mampu bertahan positif, kinerja Indeks di seluruh Asia justru kompak ambruk dalam rentang tajam. Serangkaian laporan sebelumnya menyebutkan, pelaku pasar yang masih mencermati kebijakan terkini Presiden AS Donald Trump menyangkut tarif atas produk otomotif semikonduktor dan farmasi.

Laporan yang beredar menyebut pemberlakuan tarif masuk yang akan efektif mulai 2 April mendatang, namun rincian informasi lebih lanjut masih belum diterima investor. Situasi ini kemudian  terkukuhkan oleh hasil pertemuan pimpinan The Fed yang mengkhawatirkan imbas kebijakan tarif Trump pada kinerja inflasi. Sentimen dari kebijakan tarif Trump, kini terkesan menjadi momok serius bagi pelaku pasar yang belum ada obat penawarnya.

The Fed oleh karenanya kini harus menunggu atau memastikan besaran inflasi yang lebih rendah sebelum melakukan penurunan suku bunga di waktu mendatang. Meski demikian, sesi perdagangan di Wall Street masih mampu bertahan di zona penguatan sangat tipis. Namun kekhawatiran yang melatarinya menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar di Asia.


Bursa saham Asia akhirnya kompak menggelar tekanan jual agresif guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. Seluruh Indeks di Asia akhirnya tersungkur di zona merah dalam menutup sesi perdagangan hari keempat pekan ini, Kamis 20 Februari 2025. Indeks Nikkei (Jepang) terpangkas tajam 1,29 persen dengan berakhir di 38.675,5, sementara indeks ASX200 (Australia) terkoreksi curam 1,15 persen dengan terhenti di 8.322,8 dan Indeks KOSPI (Korea Selatan) terkoreksi 0,65 persen setelah berakhir di 2.654,06.

Kinerja suram bursa saham Asia kemudian menjalar di sesi perdagangan di Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpantau sempat berupaya konsisten menjejak zona penguatan moderat dalam mengawali sesi perdagangan pagi, secara perlahan terseret ke zona merah. Gerak IHSG kemudian konsisten menginjak di rentang terbatas di sepanjang sesi.

Pelaku pasar di Jakarta juga mendapatkan sajian sentimen domestik dalam menjalani sesi perdagangan kali ini. Adalah rilis transaksi berjalan yang memperlihatkan penurunan besaran defisit pada kuartal terakhir 2024. Laporan yang dirilis menyebutkan, besaran defisit transaksi berjalan kuartal terakhir 2024 yang sebesar $1,15 milyar atau menurun dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya yang sebesar $1,38 milyar. Catatan menunjukkan, transaksi berjalan yang telah mengalami defisit dalam tujuh kuartal terakhir secara beruntun.

Namun rilis data yang lumayan bersahabat tersebut gagal membangkitkan kembali sikap optimis pelaku pasar. Perhatian Investor terkesan semakin tertuju pada perkembangan di pasar global yang kini cenderung beralih semakin suram. Tekanan jual akhirnya mampu mendominasi jalannya sesi perdagangan di Jakarta untuk mengkandaskan IHSG di zona merah.

IHSG akhirnya menyerah di zona merah dengan menutup sesi di 6.788,04 atau turun tipis 0,1 persen. Pantauan dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kinerja sejumlah besar saham unggulan yang kembali berakhir merah, seperti: BBRI, BMRI, BBNI, ADRO, UNTR, INDF, UNVR, ICBP dan SMGR.

Sedang sejumlah saham unggulan lain masih mampu bertahan positif, seperti: BBCA, ASII, ISAT, PTBA, PGEO dan JPFA.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya