Berita

Aksi Mahasiswa di sekitar Patung Kuda, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025/RMOL

Politik

Aksi Mahasiswa Diduga Tersusupi Barisan Sakit Hati

KAMIS, 20 FEBRUARI 2025 | 21:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aksi demonstrasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bertemakan 'Indonesia Gelap' sempat memanas pada Kamis sore, 20 Februari 2025.

Aksi itu pun mereda usai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menemui mahasiswa dan menandatangani tuntutan massa aksi. Salah satu tuntutan aksi yang mengemuka saat unjuk rasa itu ialah mengadili Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

Terkait itu, Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar menyayangkan isu adili Jokowi pada aksi mahasiswa itu muncul di permukaan. 


Semar menilai opini yang memojokkan Jokowi sengaja dilakukan oleh barisan sakit hati yang merupakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bahkan hal ini tidak ada dalam point tuntutan yang disampaikan dan diperjuangkan oleh para mahasiswa.

"Aksi demo mahasiswa kemarin itu dari 14 poin tuntutan tidak ada satu pun soal adili Jokowi dan ini sungguh sangat disayangkan karena aksi telah ditunggangi kelompok-kelompok kepentingan politik tertentu yang tidak bertanggung jawab dengan berupaya memframing isu negatif soal adili Jokowi,ini pasti dilakukan oleh mereka yang gagal move on," tegas Semar dalam keterangannya, Kamis malam 20 Februari 2025.
 
Secara khusus, Semar mengapresiasi aksi demo mahasiswa yang berjalan dengan baik dan tidak anarki sehingga pesan tuntutan pun tersampaikan dengan baik. 

"Rampai Nusantara apresiasi aksi demo tersebut sebagai bagian dari demokrasi dalam menyampaikan pendapat dan saya ini khan aktivis juga jadi senang lah adik-adik mahasiswa masih punya sikap kritis tapi saya hanya meminta agar aksi-aksi mahasiswa tidak ditunggangi serta mahasiswa harus selalu waspada terhadap penyusup dari kelompok kepentingan tertentu,saya yakin sekali perjuangannya murni untuk perbaikan tapi ketika ada kepentingan politik kelompok tertentu di dalamnya tentu nilainya akan berbeda di mata masyarakat, bahkan para mahasiswa pun sangat kecewa dan marah karena aksinya telah ditunggangi," tambah pria yang juga aktivis 98 tersebut. 

Lebih lanjut, ia juga menghimbau agar aksi mahasiswa sebagai penerus bangsa dilakukan untuk memberikan masukan yang membangun dan ikut mengawal kebijakan pemerintahan saat ini. 

"Kritik yang disampaikan harus yang membangun dan aksi demo hendaknya dilakukan mengikuti aturan yang berlaku dan tidak merusak fasilitas umum karena itu sangat merugikan masyarakat," ujarnya.

Terkait Jokowi, ia menyampaikan, harus diakui juga bahwa presiden ketujuh tersebut telah selesai menjalankan tugasnya sangat baik dengan beragam prestasi yang membanggakan. 

Ia pun menegaskan pihaknya akan terus ikut mengawal kebijakan maupun program pemerintahan Prabowo-Gibran. 

"Rampai Nusantara di seluruh Indonesia akan terus bersama Prabowo Gibran untuk ikut mengawal dan mendukung semua program pemerintah, kami juga akan selalu menjaga Pak Jokowi dari serangan jahat yang tujuannya hanya untuk merusak nama baik beliau beserta keluarga dan ini tidak dapat dibiarkan," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya