Berita

Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid/tangkapan layar

Politik

Habib Syakur Sebut Penolak PSN PIK 2 Anti-Pancasila

KAMIS, 20 FEBRUARI 2025 | 17:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kelompok penolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) diduga punya keterkaitan dengan kelompok khilafah. Kelompok ini selalu menggiring masyarakat untuk tidak percaya terhadap pemerintah.

"Di mana ada keributan, di situ kelompok khilafah dan FPI (Front Persaudaraan Islam) menunggangi dan memorak-porondakan yang sudah ditata pemerintah. Tujuannya satu, memang anti kepada Indonesia," kata Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid dikutip dari Podcast Koma Indonesia, Kamis, 20 Februari 2025.

Kelompok ini disinyalir punya niat jahat dengan sasaran utama menggagalkan program-program pemerintah. Selain menolak PSN, mereka juga disinyalir tidak menginginkan eksistensi Pancasila.


"Padahal program strategis nasional ini berkelanjutan hingga era Prabowo. Proyek ini juga bagian dari pembangunan nasional yang harus dihormati sebagai buah karya pengusaha dalam negeri," sambungnya.

Melihat situasi tersebut, Habib Syakur pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Persatuan dan keimanan perlu dijaga dalam menghadapi isu-isu yang sengaja dimainkan untuk menciptakan kegaduhan.

"Rakyat tidak boleh terpengaruh dengan dakwah dan propaganda mereka," tutupnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya