Berita

Tim U-20 Indonesia gagal meraih target di Piala Asia U-20 2025/PSSI

Sepak Bola

Gagal Meraih Target, Garuda Muda Minta Maaf

SENIN, 17 FEBRUARI 2025 | 05:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tim U-20 Indonesia kembali mengalami kekalahan saat bertemu dengan Uzbekistan pada laga kedua Grup C Piala Asia U-20 2025 di Shenzhen Youth Football Training Base Centre Stadium, Minggu 16 Februari 2025. Kekalahan 1-3 ini memastikan Garuda muda gagal lolos dari babak penyisihan grup Piala Asia U-20 2025. 

Sebelumnya Garuda Muda juga kalah 0-3 dari Iran pada laga perdana, Kamis 13 Februari 2025. Uzbekistan dan Iran sudah mengemas 6 poin dari 2 laga, sementara pon Indonesia masih nol.

Hasil ini langsung memupus target PSSI menjadikan Garuda Muda semifinalis Piala Asia U-20 2025 agar bisa tampil pada Piala Dunia U-20 2025 di Chile.


Atas hasil buruk ini, kapten Tim U-20 Indonesia, Dony Tri Pamungkas pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya mewakili tim menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung kami. Sekali lagi mohon maaf karena perjuangan kami berakhir dan gagal melaju ke babak delapan besar. Untuk pertandingan terakhir melawan Yaman, kita akan berjuang maksimal dan berharap meraih kemenangan," kata Dony, dikutip laman resmi PSSI, Minggu 16 Februari 2025.

Senada, pemain belakang Muhammad Iqbal Gwijangge menyebut bahwa kekalahan ini memberi mereka pelajaran berharga.

"Pengalaman yang bagus untuk kami bermain di turnamen ini, saya pikir ini adalah pertandingan yang tidak mudah. Kami masih memiliki satu pertandingan lagi sebelum ini berakhir," kata Muhammad Iqbal.

"Saya ingin berterima kasih kepada pelatih, staf dan pemain yang sudah bekerja keras hari ini. Saya pikir kami bermain baik, tapi Uzbekistan bermain lebih bagus dan akhirnya kalah, kami belajar dari hal itu," sambungnya.

Indonesia akan menghadapi Yaman pada laga terakhir fase grup, Rabu, 19 Februari 2025.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya