Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Pejabat AS-Rusia Bakal Ketemu di Arab Saudi, Ukraina Tak Diajak

MINGGU, 16 FEBRUARI 2025 | 12:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sumber-sumber yang dikutip Reuters pada Sabtu, 15 Februari 2025 mengungkap rencana pertemuan antara pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang akan digelar di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang.

Disebutkan bahwa pertemuan secara umum akan membahas upaya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun di Ukraina.

Menurut Perwakilan AS Michael McCaul, yang berbicara di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, tujuan utama dari pembicaraan tersebut adalah untuk mempersiapkan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.


"Tujuan pembicaraan ini adalah untuk mengatur pertemuan antara Zelensky, Trump, dan Putin guna akhirnya membawa perdamaian dan mengakhiri konflik ini," paparnya.

Kendati demikian, Ukraina yang tengah berjuang keras di garis depan konflik, tidak diundang dalam pembicaraan ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pernyataannya menegaskan bahwa Kyiv tidak akan pernah menerima kesepakatan damai tanpa keterlibatannya.

"Ukraina tidak akan terlibat dengan Rusia sebelum berkonsultasi dengan mitra strategis kami," tegas Zelensky.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, beserta timnya termasuk penasihat keamanan nasional Mike Waltz dan utusan Timur Tengah Gedung Putih Steve Witkoff akan berangkat ke Arab Saudi dalam rangka pembicaraan ini.

Meskipun demikian, siapa yang akan mewakili Rusia dalam pembicaraan tersebut belum jelas.

Pada saat yang sama, ketegangan meningkat terkait keterlibatan Eropa dalam proses perdamaian.

Keith Kellogg, utusan khusus untuk perundingan Ukraina-Rusia, mengatakan bahwa AS akan bertindak sebagai perantara dalam perundingan tersebut, dengan Ukraina dan Rusia sebagai dua pihak yang bertikai.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kehadiran Eropa dalam perundingan, Kellogg mengatakan: "Saya pikir itu tidak akan terjadi."

Meskipun demikian, ia berusaha meyakinkan para pemimpin Eropa bahwa kepentingan mereka tetap akan dipertimbangkan.

Zelensky juga mengungkapkan bahwa ia akan mengunjungi beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, namun menegaskan tidak ada rencana untuk bertemu dengan pejabat AS atau Rusia selama kunjungannya.

Sementara itu, negara-negara Eropa mulai mengambil langkah diplomatik sendiri.

Prancis sedang merencanakan pertemuan puncak informal para pemimpin Eropa, yang diperkirakan akan diadakan pada hari Senin mendatang untuk membahas strategi lebih lanjut terkait Ukraina.

Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, mengatakan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyerukan pertemuan puncak di Paris.

"Presiden Trump memiliki metode operasi, yang oleh Rusia disebut pengintaian melalui pertempuran. Anda menekan dan melihat apa yang terjadi, lalu Anda mengubah posisi Anda," kata Sikorski, menambahkan bahwa Eropa perlu merespons situasi ini dengan taktik yang lebih terkoordinasi.

Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara dengan Rubio dalam sebuah percakapan telepon yang dilakukan atas inisiatif AS.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kontak rutin terkait masalah internasional yang mendesak, termasuk penyelesaian konflik Ukraina.

Meskipun ada upaya diplomatik ini, posisi kedua negara terkait hasil yang diinginkan dalam pembicaraan tersebut tetap sangat berbeda.

Rusia terus mendesak Ukraina untuk menyerahkan wilayah yang direbut dan menjadi negara netral, sementara Ukraina menuntut penarikan pasukan Moskow dan jaminan keamanan yang kuat, termasuk keanggotaan NATO.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya