Berita

Representative Image/Ist

Bisnis

BRI Jaga Stabilitas Kinerja Lewat Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

SABTU, 15 FEBRUARI 2025 | 14:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Di tengah tantangan ekonomi global, BRI tetap mampu menjaga stabilitas kinerja dengan mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun di sepanjang tahun 2024.

Keberpihakan BRI dalam mendukung UMKM tercermin dari porsi penyaluran kredit yang didominasi oleh segmen UMKM, mencapai 81,97 persen dari total kredit atau senilai Rp1.110,37 triliun dari keseluruhan penyaluran kredit BRI yang mencapai Rp1.354,64 triliun di akhir tahun 2024. 


Pertumbuhan kredit tersebut tetap sejalan dengan strategi manajemen risiko yang prudent, terlihat dari perbaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang membaik dari semula 2,95 persen pada 2023 menjadi 2,78 persen pada 2024.

Selain itu, di sepanjang 2024 BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Jumlah ini menjadikan BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia. 

Adapun sumber dana KUR sepenuhnya berasal dari dana bank, sementara sebagian bunga yang dibayarkan oleh debitur mendapat subsidi dari pemerintah. Dengan skema ini, pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan yang lebih terjangkau untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Di samping menyalurkan pembiayaan, BRI juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan. Salah satunya adalah Desa BRILian, yang telah membina lebih dari 4.327 desa dengan berbagai potensi unggulan, seperti desa wisata, pertanian, kerajinan, dan sektor lainnya. 

Sementara itu, program Klasterku Hidupku, yang berfokus pada pemberdayaan berbasis kesamaan usaha dalam kelompok atau klaster, terus diperluas dengan mendukung lebih dari 38.574 klaster usaha.

BRI juga terus memperluas jangkauan layanan keuangannya melalui AgenBRILink, yang kini telah mencapai 1,06 juta agen dengan volume transaksi AgenBRILink mencapai Rp1.583 triliun. Dengan konsep sharing fee, AgenBRILink menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui layanan transaksi keuangan yang semakin mudah diakses. 

Inisiatif ini selain berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan, juga membuka lapangan pekerjaan melalui sharing economy BRI dengan agen.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menegaskan bahwa keberpihakan BRI terhadap UMKM tidak hanya menjadi strategi bisnis, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sebagai perusahaan yang memiliki fokus utama pada UMKM, BRI terus berupaya memperluas akses pembiayaan yang inklusif serta menghadirkan program pendampingan yang berkelanjutan. Komitmen ini tidak hanya mendorong pertumbuhan UMKM, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi nasional secara keseluruhan," tegasnya dalam keterangan resmi pada Sabtu 15 Februari 2025.

Ia menambahkan bahwa BRI terus memperkuat perannya dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

"Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, penguatan industri kreatif, serta pembangunan ekonomi dari desa dan dari bawah untuk mencapai pemerataan dan pengentasan kemiskinan," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya