Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Aksi Ambil Untung Bikin Harga Emas Anjlok 1,6 Persen

SABTU, 15 FEBRUARI 2025 | 08:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas dunia mengalami penurunan harga lebih dari 1 persen pada akhir pekan akibat aksi ambil untung di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif balasan Presiden Donald Trump.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot melemah 1,6 persen ke 2.882,99 Dolar AS per ons,  tetapi tetap mencatat kenaikan mingguan 0,8 persen. 

Pada Selasa lalu, emas sempat menyentuh rekor tertinggi di 2.942,70 Dolar AS. 


Kontrak berjangka emas AS ditutup turun 1,5 persen di 2.900,70 Dolar AS per ons.

Analis mengatakan penurunan harga ini dipengaruhi oleh beberapa factor.

"Ada beberapa faktor teknis yang mempengaruhi harga; kegagalan untuk mencapai rekor tertinggi yang dicetak pada hari Selasa menunjukkan potensi pola double top, dan kami melihat aksi ambil untung menjelang akhir pekan," kata Peter Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Tren bullish pada emas masih bertahan, didorong oleh beberapa faktor seperti tarif, inflasi yang mendasari, serta melemahnya dolar AS. 
Pergeseran minat dari aset kertas ke emas fisik juga semakin memperkuat tren ini, menurut Alex Ebkarian, Chief Operating Officer di Allegiance Gold.
Pada Kamis lalu, Trump menginstruksikan tim ekonominya untuk merancang tarif balasan terhadap negara-negara yang mengenakan pajak impor bagi barang-barang AS. Langkah ini berpotensi memicu inflasi lebih lanjut yang pada akhirnya bisa meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe-haven asset) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Data terbaru menunjukkan penjualan ritel AS turun tajam pada Januari, terbesar dalam hampir dua tahun, yang mengindikasikan perlambatan ekonomi yang tajam di awal kuartal pertama.

Namun, para pedagang memperkirakan Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga hingga September karena kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi. Penurunan klaim pengangguran juga mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja masih cukup kuat.

Harga logam mulia lain juga mengalami koreksi. Perak spot turun 0,3 persen ke 32,27 Dolar AS per ons, meskipun sebelumnya sempat mencapai level tertinggi sejak 31 Oktober 2024.

Harga platinum turun 1 persen ke D985,04 Dolar AS per ons. Palladium melemah 1,1 persen ke 982,90 Dolar AS per ons.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya